Warga Sipil Korban Penyiksaan Rezim Suriah: “Kami Terus Disiksa, Sampai Mengaku Lakukan Kejahatan”

26 June 2020, 18:28.
Muhammed Rahimo (56 tahun) telah ditawan di sejumlah penjara rezim Suriah, selama lebih dari lima tahun, meskipun ia tidak bersalah atas kejahatan apa pun. Foto: Anadolu Agency

Muhammed Rahimo (56 tahun) telah ditawan di sejumlah penjara rezim Suriah, selama lebih dari lima tahun, meskipun ia tidak bersalah atas kejahatan apa pun. Foto: Anadolu Agency

SURIAH (Daily Sabah) – Rezim diktator Bashar Assad telah menahan dan menyiksa ribuan orang di penjara dan pusat-pusat interogasi di lokasi-lokasi yang dirahasiakan, sejak awal penyerangan terhadap warga sipil pada 2011, ungkap seorang korban.

Muhammed Rahimo (56 tahun) telah ditawan di sejumlah penjara rezim selama lebih dari lima tahun, meskipun ia tidak bersalah atas kejahatan apapun.

“Mereka mematahkan tulang rusuk saya setelah menangkap dan memasukkan saya ke dalam mobil. Mereka menginjak-injak saya. Badan saya berlumuran darah,” kata Rahimo kepada Anadolu Agency (AA), dalam sebuah wawancara pada malam Hari Internasional untuk Mendukung Para Korban Penyiksaan, 26 Juni 2020.

Serdadu rezim menyerbu rumah Rahimo dan menangkapnya pada 2013. Ia dituduh menyimpan peluru di rumahnya.

Rahimo mengatakan; “Di sebuah pusat intelijen di Hama, mereka memukuli saya sampai saya pingsan.”

“Saya tidak pernah berada di depan seorang komandan militer seumur hidup saya. Saya tidak pernah dipenjara dan tidak pernah dipermalukan. Mereka bahkan tidak menghargai usia saya. Tubuh saya memar-memar akibat penyiksaan,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan telah dipukuli menggunakan pipa air plastik, siang dan malam.

“Kami (tawanan) dipukuli siang dan malam, sampai kami mengaku melakukan kejahatan yang tidak kami lakukan.”

Para tawanan terus diancam bakal dibunuh selama penyiksaan.

Menurut data Syrian Network for Human Rights, lebih dari 14.000 orang meninggal pada Juni 2019 akibat penyiksaan dalam masa penahanan.

Sumber-sumber mujahidin mengatakan setidaknya 500.000 orang saat ini ditahan di penjara dan pusat-pusat interogasi rezim.

Suriah telah dirusak oleh tindakan brutal rezim sejak awal 2011, ketika rezim diktator Suriah menindak pengunjuk rasa.

Ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang terpaksa mengungsi, menurut perkiraan PBB. (Daily Sabah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Warga Kota Duma Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Dikeroyok Pemukim Ilegal Yahudi
PPS: “95% Tawanan Palestina Alami Berbagai Siksaan Sejak Hari Penangkapannya” »