Gali Emas dari Buku Emas Baitul Maqdis, Felix Siauw: “Perjuangan Harus Didasari Ilmu yang Benar”

27 June 2020, 21:41.

Berita 800 (27 Juni 2020).jpg - 1

JAKARTA (Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha) – Ustadz Felix Y Siauw merasa tertampar setelah membaca Buku Emas Baitul Maqdis (BEBM).

Hal ini ia sampaikan dalam acara webinar bedah buku bertajuk “Menggali Emas dari Buku Emas Baitul Maqdis” yang diselenggarakan oleh Sahabat Al-Aqsha dan Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA), bekerja sama dengan Hidayatullah.com pada Sabtu, (27/06/2020).

Dai beretnis Tioanghoa ini mengaku betapa sedikit ilmunya tentang sesuatu yang begitu penting bagi umat Muslim, yakni Baitul Maqdis; satu dari tiga tanah suci umat Islam yang kini sedang dijajah oleh Zionis ‘Israel’.

Buku Emas Baitul Maqdis adalah kumpulan makalah pilihan hasil riset selama 27 tahun berkaitan dengan Baitul Maqdis yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Abdul Fattah Al-Awaisi, Direktur ISRA, lembaga riset yang bermarkas di Turki yang menjalin kerja sama dengan ISA di Indonesia.

“Begitu melihat makalah-makalah ini. Ya Allah, kayaknya bahasan kita, kayaknya omongan kita tentang Baitul Maqdis itu hanya semangat saja tanpa ilmu. Semangat harus didasari ilmu yang benar agar menjadi perjuangan yang benar. Maka saya pikir perlu sekali untuk baca buku ini, khususnya untuk saya pribadi,” kata Felix yang pada kesempatan tersebut dibersamai oleh Direktur ISA Santi WE Soekanto.

Dalam diskusi itu, Santi Soekanto menjelaskan alasan menerbitkan buku ini.

Wartawati yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai wartawan dan terus memerhatikan masalah Palestina alias Baitul Maqdis ini merasa bahwa menulis saja tidaklah cukup, harus ada perbuatan nyata untuk mewujudkan perdamaian di Baitul Maqdis.

Maka kemudian bersama suaminya, Dzikrullah W Pramudya, yang juga wartawan, mendirikan Sahabat Al-Aqsha, lembaga yang berfokus untuk menghubungkan ikatan silaturrahim keluarga Indonesia dan keluarga di Baitul Maqdis lewat edukasi hingga penggalangan dana.

Kemudian perjalanan mempertemukan mereka dengan Prof. Abdul Fattah Al-Awaisi, akademisi Palestina yang melakukan riset mendalam secara ilmiah dan akademik tentang Baitul Maqdis dan mendirikan program studi tentang itu.

Saat itulah Santi Soekanto merasakan perasaan yang beliau gambarkan dengan, “Rasanya seperti Allah mengantarkan kami ke sebuah tepi pantai dengan laut yang begitu luas”.

“Karena ternyata banyak hal-hal fundamental maupun ‘printilan’ mengenai Baitul Maqdis yang selama ini banyak tidak diketahui oleh umat Islam, termasuk yang memiliki perhatian khusus soal Baitul Maqdis. Contoh pertanyaan ‘Apa warna kubah Baitul Maqdis?’ Masihlah banyak orang yang tidak dapat memberikan jawaban dengan tepat,” kata Santi Soekanto.

Proses penyusunan BEBM pun membutuhkan kerja-kerja yang panjang. Termasuk dalam proses seleksi dan pemilahan makalah untuk diterjemahkan, yang dipandu langsung oleh Prof El-Awaisi. Proses penerjemahan naskah bahasa Inggris dan bahasa Arab ke bahasa Indonesia membutuhkan waktu 2 tahun.

Santi mengapresiasi kerja keras para peneliti Baitul Maqdis, yang ulasan mereka begitu mencerahkan.

Ia mencontohkan, Prof El-Awaisi membutuhkan waktu sepuluh tahun untuk meneliti Al-Uhda Al-’Umariyyah (jaminan perlindungan dari ‘Umar bin Al-Khattab), untuk mencari the real content-nya, termasuk mencari referensi autentik dan manuskrip asli yang telah tersebar di berbagai negara.

Dalam akhir diskusi, Felix menyampaikan kembali kesimpulannya bahwa Baitul Maqdis amatlah penting bagi umat Islam, menjadi penting, karena Allah sendiri yang menyatakannya. Dengan membaca buku BEBM ini juga dapat menghemat umur.

“Manusia bisa menghemat umurnya dengan cara “mencuri umur” orang lain. Yakni dengan membaca hasil karyanya yang membutuhkan bertahun-tahun masa hidup. Buku BEBM ini, yang diluncurkan pada Konferensi Perdamaian Baitul Maqdis di Ankara tahun lalu, dirampungkan dalam waktu dua tahun berdasarkan hasil riset 27 tahun.” ujarnya.

Secara khusus, Ustadz Felix mengapresiasi kerja-kerja Sahabat Al-Aqsha (SA). Ia menyebut SA bukanlah organisasi yang semata berurusan dengan ”sumbang-menyumbang” atau menggalang donasi, melainkan mengemban peran mengedukasi ummat, khususnya tentang Baitul Maqdis. Penerbitan BEBM telah membuktikannya. (Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha)

“Batangan Emas” Buku Emas Baitul Maqdis

Volume I
1. Pengenalan Proyek Studi tentang Baitul Maqdis (Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi)
2. Tanah Harapan dan Rencana Strategis Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bagi Baitul Maqdis (Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi)
3. Teori Baru Ilmu Geopolitik (Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi)
4. Model Perubahan Radikal (Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi)
5. Jaminan Keamanan ‘Umar (Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi)
6. Tanah Suci: Kesucian Islamicjerusalem (Karen Armstrong)
7. Telaah Hadits tentang Keutamaan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha (Dr. Ahmad Yusuf Abu Halabiya)
8. Posisi Islamicjerusalem dalam Negosiasi Antara Sultan Shalahuddin dengan Raja I ‘Lion Heart’
(Maher Y. Abu-Munshar)
9. Batas-batas Geografis Islamicjerusalem (Khalid El-Awaisi)

Volume II
1. Arkeologi dan Arsitektur Baitul Maqdis (Dr. Haitham Fathi Al-Ratrout)
2. Masjidil Aqsha dalam Al-Quranul Karim (Dr. Haitham Fathi Ar-Ratrout)
3. Baitul Maqdis: Negeri Perjalanan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah (M Roslan M Nor)
4. Sikap Kaum Kristen Terhadap Fath Pertama Baitul Maqdis Oleh Kaum Muslimin (Maher Y. Abu-Munshar)
5. Baitul Maqdis Kiblat Pertama (Fadi Alrabi)
6. Pandangan Orientalis Terhadap Isra’ Nabi: Sebuah Analisis (Mohd Roslan Mohd Nor)
7. Pandangan Orientalis dan Cendekiawan Israel tentang Perlakuan Muslim Terhadap Non-Muslim di Baitul Maqdis (Maher Y. Abu-Munshar)
8. Pendekatan Orientalis Terhadap Baitul Maqdis:Sebuah Studi Kritis tentang Agenda Agama dan Politik (Abd. al-Fattah El-Awaisi, F.RHist.S)
9. Masjid Kedua di Bumi yang Terlupakan: Mengungkap Masjid Kuno Al-Aqsha (Dr. Haitham Fathi Ar-Ratrout)

Volume III
1. Khutbah Pembebasan Baitul Maqdis Pada Masa Shalahuddin (Dr. Karim Faruq Ahmad Abd Ad Dayim)
2. Pengaruh Integrasi Politik dan Pengetahuan Dalam Pembebasan Baitul Maqdis (Anas Zaher Al Mashry)
3. Ayat-ayat Pilihan Mengenai Baitul Maqdis dan Tafsirnya (Khalid El-Awaisi)
4. Nubuat Al-Qur’an tentang Kekalahan dan Kemenangan Kekaisaran Bizantium (Khalid El-Awaisi)
5. Inklusivitas Baitul Maqdis dan Statusnya sebagai Model Multikulturalisme (Khalid El-Awaisi)
6. Situs-situs Suci Kristen di Baitul Maqdis di Bawah Kekuasaan Muslim (Nour Abu Assab)
7. Pembentukan Pengaruh Asing di Baitul Maqdis pada Masa Muhammad Ali Pasha (Muhammad Ilhami) (Mesir)
8. Jihad; Solusi untuk Pembebasan Baitul Maqdis (DR Muinudinillah Basri)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Apresiasi Warga Aceh, Amnesty International: “Muhajirin Rohingya Membutuhkan Perlindungan Jangka Panjang”
Pemukim Ilegal Yahudi Bakar Pohon-pohon di Kebun Warga Palestina di Nablus »