PBB: “Krisis Kelaparan di Suriah Memburuk, Ancaman Wabah Covid-19 Kian Meningkat”

28 June 2020, 11:01.
Anggota Pertahanan Sipil Suriah (White Helmets) mendisinfeksi bangunan dan tenda tempat keluarga tinggal bersama sebagai langkah pencegahan terhadap wabah Covid-19 di Idlib, Suriah pada 24 Maret 2020 [Muhammed Said - Anadolu Agency]

Anggota Pertahanan Sipil Suriah (White Helmets) mendisinfeksi bangunan dan tenda tempat keluarga tinggal bersama sebagai langkah pencegahan terhadap wabah Covid-19 di Idlib, Suriah pada 24 Maret 2020 [Muhammed Said – Anadolu Agency]

SURIAH (Middle East Monitor) – Suriah menghadapi krisis kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya; dimana lebih dari 9,3 juta orang kekurangan bahan makanan, ketika wabah Covid-19 melanda negara itu.

Badan bantuan PBB, The World Food Programme (WFP), di Jenewa mengatakan bahwa jumlah orang yang kekurangan bahan makanan pokok telah meningkat sebesar 1,4 juta dalam enam bulan terakhir.

Harga makanan juga telah melonjak lebih dari 200% dalam waktu kurang dari setahun karena jatuhnya ekonomi negara tetangga Libanon dan tindakan lockdown Covid-19 di Suriah, kata juru bicara WFP Elisabeth Byrs.

“Setelah sembilan tahun konflik bersenjata, lebih dari 90% populasi Suriah hidup di bawah garis kemiskinan $2 per hari dan kebutuhan kemanusiaan meningkat tajam,” kata Akjemal Magtymova, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Suriah.

Saat ini, kurang dari separuh rumah sakit umum Suriah yang berfungsi. Sementara separuh dari tenaga medis telah menyelamatkan diri sejak konflik dimulai, dimana mereka masih menghadapi ancaman besar penculikan dan pembunuhan.

Pihak berwenang telah melaporkan 248 infeksi coronavirus, termasuk 9 kematian di daerah yang dikuasai rezim, sementara 5 kasus dan satu kematian telah dicatat oleh pemerintah yang dipimpin Kurdi di timur laut, menurut angka WHO.

“Angka-angka resmi lebih kecil dan angka kasus sebenarnya. Dan itu bukan hanya untuk Suriah saja,” kata Richard Brennan, Direktur Darurat Regional WHO.

Setelah awal yang lambat, wabah Covid-19 di Irak, Mesir, dan Turki meningkat tajam. Hal yang sama diperkirakan terjadi di Suriah.

Sejauh ini memang tidak ada infeksi yang dilaporkan terjadi di barat laut Suriah yang dikuasai mujahidin. Tetapi wilayah berpenduduk padat itu hanya memiliki satu laboratorium yang berfungsi dan risiko penyebaran virus Covid-19 begitu tinggi. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pria Suriah Meninggal Akibat Serangan Jantung Ketika Melihat Foto-foto Anaknya yang Disiksa hingga Tewas
PBB Selidiki Kasus Pelanggaran Asusila, Pelaku Diduga Pekerja UNTSO di Palestina »