Yordania Kecam Rencana Penjajah Zionis Bangun Elevator di Kawasan Masjid Al-Aqsha

30 June 2020, 17:53.
Suasana tembok Al-Buraq (barat), bagian Masjid Al-Aqsha, di Baitul Maqdis, pada 3 April 2020.[Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency]

Suasana tembok Al-Buraq (barat), bagian Masjid Al-Aqsha, di Baitul Maqdis, pada 3 April 2020.[Mostafa Alkharouf – Anadolu Agency]

PALESTINA (Middle East Monitor) – Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam keputusan penjajah ‘Israel’ untuk membangun elevator yang menghubungkan bagian-bagian Kota Tua di Baitul Maqdis Timur dengan Tembok Buraq, bagian dari Masjid Al-Aqsha.

Kantor berita Wafa melaporkan, juru bicara kementerian, Daifallah Al-Fayez menegaskan Yordania menolak semua tindakan sepihak ‘Israel’ di Baitul Maqdis Timur terjajah; yang disebutnya telah dirancang untuk mengubah identitas dan karakter Baitul Maqdis.

“Kerajaan Yordania menolak semua tindakan sepihak ‘Israel’ di Baitul Maqdis Timur, khususnya di Kota Tua di sekitar Masjid Al Aqsha/Al Haram Al Sharif. Termasuk proyek ini akan yang mengubah sifat Kota Tua, identitas Arabnya, dan melanggar hukum internasional serta keputusan UNESCO,” ujar Al-Fayez.

Informasi yang diwartakan media massa, aparat penjajah di Kota Baitul Maqdis telah meneken kesepakatan pekan lalu dengan perusahaan pengembangan untuk membangun elevator pertama yang menghubungkan Tembok Buraq, yang diklaim serampangan sebagai Tembok Barat oleh orang Yahudi, dengan Kota Tua.

Proyek 55 juta shekel ($ 16 juta) akan memakan waktu tiga tahun masa penyelesaian.

Al-Fayez menambahkan, ‘Israel’ harus mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, serta berhenti melanggar identitas Baitul Maqdis.

Kerajaan Yordania akan berkoordinasi dengan Palestina dan UNESCO untuk menghadapi rencana zionis ini. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kelompok-kelompok Palestina di Gaza Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Zionis
Organisasi HAM: “20.000 Orang Ditahan di 790 Penjara yang Dikendalikan Milisi Syiah Houthi” »