24 Juli, Sahabat Al-Aqsha Akan Siarkan Langsung Shalat Jum’at di Masjid Ayasofya

23 July 2020, 18:44.

SAHABAT AL-AQSHA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, telah menandatangani dekrit pengembalian status museum Ayasofya menjadi masjid, Ahad (10/7/2020) lalu.

Jum’at (24/7/2020)/3 Dzulhijjah 1441 H, akan kembali dilaksanakan shalat Jum’at di Masjid Ayasofya, Istanbul, setelah beberapa dekade ditiadakan rezim Turki.

Tak ingin melewatkan saat-saat istimewa, Sahabat Al-Aqsha (SA) akan menyiarkan secara langsung shalat Jum’at dari Masjid Ayasofya.

Momen istimewa ini akan diulas oleh dua penasihat Sahabat Al-Aqsha, yakni Ustadz Dr H Mustafa Umar, Lc, MA dan Ustadz Salim A Fillah, mulai pukul 14.00 WIB.

Diskusi juga akan diperkaya perspektif Ustadz Shofwan Al Banna, Ph.D, pengamat politik Timur Tengah, dan Dosen Hubungan Internasional, Universitas Indonesia.

Sebelumnya, 12 Juli lalu, Sahabat Al-Aqsha menggelar “syukuran online” pemulihan Ayasofya sebagai masjid. Hadir secara virtual seluruh Pembina SA dan akademisi Dr Khalid El-Awaisi (Direktur Eksekutif IslamicJerusalem Research Academy, Turki).

Ustadz Felix Siauw mengatakan usaha mengembalikan Ayasofya menjadi masjid bukanlah perkara ringan, maka perlu untuk terus memohon pertolongan Allah. Pesan yang dikirimkan saat Ayasofya menjadi masjid kembali adalah sebagai tanda bebasnya Masjid Al-Aqsha.

“Ke depan akan banyak tantangan karena banyak yang berusaha memadamkan cahaya Allah. Kembalinya Ayasofya ibarat akhir dari tidurnya ummat muslim dan siap untuk memulai zaman kejayaan lagi. Kita juga harus beriap untuk mengambil kemuliaan ini. Jangan cuma Erdogan,” ujarnya.

Ustadz Syihabuddin Al-Hafizh mengatakan bahwa kemenangan ummat Islam itu kadang tidak perlu lewat jalur pertempuran, seperti Fathul Makkah yang tanpa peperangan. Tanda itu sudah tampak jelas, maka tidak perlu takut dan khawatir. Jangan sombong, perbanyak tasbih, tahlil dan tahmid. Siapkan SDM, kader, dan da’i ke Eropa.

Ustadz Abdullah Hadrami mengatakan Turki Utsmani itu toleran jika dilihat dari berbagai peninggalan yang tersebar (di Eropa Timur). Maka aneh jika melihat pengembalian fungsi Ayasofya ditentang dan melupakan berapa banyak masjid yang dirubah menjadi gereja, dan betapa tolerannya Turki Utsmani sehingga banyak gereja tua yang masih lestari di wilayah Turki.

Ustadz Dr Mu’inuddinillah Basri mengatakan tidak perlu bangsa Arab bersatu, karena pembebas Baitul Maqdis tidak harus dimenangkan orang Baitul Maqdis, bisa dari mana saja. Allah sangat mudah jika ingin mengangkat sebuah kaum sebagai mujahid. Konsep kemenangan telah ada di Quran dan Hadits.

Ustadz Fauzil Adhim mengatakan persoalan ini bukan masalah gereja yang berubah menjadi masjid, karena banyak terjadi di berbagai daerah Eropa lain. Kasus Ayasofya juga bukan gereja menjadi masjid, karena sebelumnya sempat menjadi masjid.

Ini adalah soal ketakutan bangsa romawi. Karena setelah Konstatinopel kembali, maka Eropa hanya tinggal masalah waktu. Kembali berfungsinya Ayasofya merupakan pemicu awal munculnya para lelaki yang tidak mudah dibeli jiwa dan dirinya dalam memperjuangkan tegaknya Islam.

Menuju Al-Aqsha Merdeka

Presiden Erdogan meneken dekrit pengembalian status museum Ayasofya menjadi masjid setelah Pengadilan Tinggi Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Ayasofya menjadi museum.

Alasannya, Ayasofya dimiliki oleh Fatih Sultan Mehmet Han Foundation. Dimana Sultan Mehmet II (Muhammad Fatih), yang berhasil menaklukkan Konstantinopel (Istanbul kala itu), menetapkan bahwa situs tersebut merupakan masjid yang boleh dipakai siapa saja tanpa ada pungutan biaya apapun.

Sehingga dekrit tahun 1934 yang dikeluarkan Dewan Kementerian Turki untuk mengubah Ayasofya menjadi museum, dinyatakan tidak sah karena hal tersebut berada di luar yurisdiksinya.

“Pemulihan Ayasofya ini merupakan langkah pertama dalam pembebasan Masjid Al-Aqsha. Keputusan ini menambah kekuatan kita dan akan membantu umat Muslim bangkit dari masa keterpurukan,” sebut Erdogan dalam pidato kenegaraannya. (Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mosaik di Masjid Ayasofya Akan Ditutup Tirai Selama Pelaksanaan Shalat
Pengungsi Berhak Dilindungi, Malaysia Cabut Hukuman Cambuk 27 Muhajirin Rohingya »