112 Teroris PKK Menyerah Sepanjang 2020, Turki Kedepankan Reintegrasi Sosial

24 July 2020, 10:13.
Pasukan Keamanan Turki melaksanakan operasi kontraterorisme di Provinsi S?rnak, Turki tenggara. Foto: Arsip Anadolu Agency

Pasukan Keamanan Turki melaksanakan operasi kontraterorisme di Provinsi S?rnak, Turki tenggara. Foto: Arsip Anadolu Agency

TURKI (Daily Sabah) – Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan total sebanyak 112 orang teroris PKK telah menyerah kepada pasukan keamanan Turki sejak awal tahun 2020.

Terkini, beberapa teroris PKK kembali menyerah kepada pasukan keamanan di wilayah tenggara Turki; sebagai buah upaya persuasi Gendarmerie atau angkatan bersenjata.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan para teroris bergabung dengan PKK pada tahun 2014 dan 2015.

Mereka diyakinkan untuk menyerah berkat upaya Komando Gendarmerie Provinsi Sirnak.

“Upaya polisi dan pasukan keamanan membujuk para teroris untuk meninggalkan PKK terus berlangsung,” kata kementerian.

Penumpasan PKK berlangsung cepat karena keberhasilan operasi dan strategi kontraterorisme Turki di dalam dan luar negeri.

Pemerintah Turki menyatakan, ketika para teroris menyerah, mereka akan diberikan banyak peluang; termasuk hak atas pendidikan dan kebebasan untuk hidup tanpa takut penindasan.

Mereka tidak diperlakukan dengan buruk, dapat menghubungi keluarga mereka secara bebas, dan diberikan pendampingan hukum yang penting.

Pemerintah Turki menawarkan berbagai layanan untuk memastikan reintegrasi sosial mereka.

Menurut beberapa mantan teroris, para pemimpin PKK mempertaruhkan nyawa orang lain untuk menyelamatkan diri dan mengancam anggota yang berencana menyerah dengan penyiksaan.

Pasukan keamanan Turki secara teratur melakukan operasi kontraterorisme di provinsi Turki timur dan tenggara, di mana PKK berusaha keras untuk membangun basis komplotannya.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar teroris PKK telah menyerah dalam menghadapi operasi-operasi anti-teror domestik dan lintas-batas Turki.

PKK dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Operasi terornya melawan Turki telah berlangsung lebih dari 30 tahun. (Daily Sabah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Culik Sejumlah Warga Palestina di Beberapa Daerah di Tepi Barat
Perdana Setelah 86 Tahun, Ratusan Ribu Orang Hadiri Shalat Jumat di Masjid Ayasofya »