Menjelang Masa Puncak Ibadah Haji, Jamaah Harus Jalani Karantina di Makkah

26 July 2020, 11:16.
Foto: (@HaramainInfo)

Foto: (@HaramainInfo)

ARAB SAUDI (Daily Sabah) – Jamaah haji di Arab Saudi harus menjalani karantina, Sabtu (25/7/2020), sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 menjelang masa puncak haji.

Arab Saudi secara drastis membatasi jumlah Muslim yang menghadiri ibadah haji tahun ini, yang biasanya merupakan salah satu pertemuan ummat Muslim terbesar di dunia.

Hanya beberapa ribu orang dari dalam wilayah Arab Saudi yang dapat melaksanakan haji, yakni penduduk Saudi dan warga negara lain yang telah bermukim di Saudi.

Adapun tahun lalu, lebih dari 2 juta Muslim dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji, menurut perhitungan resmi.

Sabtu (25/7/2020), sejumlah jamaah berdatangan dari lima kota di Saudi, termasuk ibu kota Riyadh, di bandara Kota Jeddah, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, lapor kantor berita pemerintah SPA.

Mereka kemudian diangkut ke Kota Makkah. Selanjutnya mereka harus menjalani karantina sampai hari Rabu (8 Dzulhijjah 1441 Hijriyyah) pagi, ketika rangkaian puncak ibadah haji dimulai.

Tahun ini, Arab Saudi melarang jamaah dari luar wilayah Saudi melaksanakan haji sebagai upaya mengekang penyebaran Covid-19.

Meskipun kerajaan telah mencabut jam malam yang ketat dan sebagian besar pembatasan yang diberlakukan selama beberapa pekan, penerbangan internasional tetap ditangguhkan.

Hingga Ahad (26/7/2020) jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi tercatat lebih dari 264.000 infeksi, dimana lebih dari 2.700 orang wafat. (Daily Sabah)

Foto: (@HaramainInfo)

Foto: (@HaramainInfo)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Khutbah Jum’at di Masjid Ayasofya: Pembukaan Kembali Ayasofya Adalah Dukungan untuk Pembebasan Masjid Al-Aqsha
Dr Nawwaf Takruri: Kembalinya Ayasofya Merupakan Simbol Tauhid, Kewibawaan, dan Kemenangan Siyasah »