Sahabat Al-Aqsha, Moslem Charity, dan FDP Salurkan Amanah Masyarakat Indonesia untuk Muhajirin Rohingya

26 July 2020, 20:43.
Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 1

Sumber foto: FDP

ACEH (Sahabat Al-Aqsha)Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia untuk 99 Muhajirin Rohingya di Aceh kembali ditunaikan oleh Sahabat Al-Aqsha (SA) dan Moslem Charity, melalui Forum Dakwah Perbatasan (FDP) pada hari Jum’at dan Sabtu (24 dan 25 Juli 2020).

Di tahap kedua ini, tim FDP memberikan taushiyah untuk menguatkan ruhiyyah para Muhajirin Rohingya, bahwa saudara seiman mereka di Indonesia akan terus mendukung etnis Rohingya untuk mendapat kembali hak-hak asasinya.

Tim FDP juga membagikan peralatan ibadah seperti ikat pinggang, siwak, dan peci kepada mereka.

Tim FDP pun melakukan trauma healing kepada anak-anak Rohingya, agar mereka tidak terkungkung terus menerus dalam kelamnya tragedi yang menimpa dan bisa bangkit mengangkat kembali martabat bangsanya.

Setelah penyampaian amanah di tahap pertama berupa kebutuhan logistik serta keperluan pribadi yang mendesak, yang menjadi fokus di tahap kedua ini adalah infrastruktur.

Di antaranya ialah penambahan toilet, pemasangan sekat pemisah asrama wanita dengan laki-laki, penimbunan lahan becek untuk dijadikan lapangan bermain, serta pembuatan pagar di sekeliling Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Sebagaimana disampaikan Abizal, Ketua Tim FDP, bahwa hal ini berdasarkan tinjauan langsung di lapangan serta koordinasi dengan lembaga kepengungsian PBB (UNHCR), International Organization for Migration (IOM), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sementara untuk kebutuhan logistik sudah mencukupi, bahkan gudang penyimpanan sampai penuh. Satu ekor sapi juga telah disediakan untuk disembelih di Hari Raya Qurban.

Sedangkan untuk tahap berikutnya, yang menjadi salah satu rencana tim FDP ialah pembuatan fasilitas dapur umum. Hal ini dikarenakan tim dapur sementara yang berada di lokasi akan kembali ke Jakarta pekan depan setelah Hari Tasyrik.

Ziyaburrahman, perwakilan Muhajirin Rohingya yang berada di Aceh ketika diwawancara dalam siaran langsung Sahabat Al-Aqsha, mengatakan bahwa mereka merasa bangga dan benar-benar terharu.

Karena di Indonesia, para muhajirin Rohingya merasa bisa menemukan saudara sesama Muslim yang sangat peduli, rela datang berkunjung dengan membawa bantuan serta memberikan semangat.

Ia menjelaskan, bahwa di Myanmar tidak ada kebebasan beragama bagi Muslim Rohingya. Mereka dikucilkan. Untuk membuat madrasah bagi anak-anaknya saja tidak diperbolehkan.

Generasi penerus mereka harus disekolahkan ke luar negeri untuk bisa mempelajari agama Islam, namun tidak semua mampu melakukannya.

Dengan segala diskriminasi dan penganiayaan yang ada di tanah airnya, para Muhajirin Rohingya ini nekad mengarungi ganasnya lautan.

Tujuan utama mereka awalnya ialah Malaysia. Karena tak sedikit kabar mereka dengar bahwa Malaysia bersedia menampung warga Rohingya yang datang mencari suaka.

Ditambah lagi dengan banyaknya keluarga mereka yang telah terlebih dahulu mengungsi di Malaysia.

Namun perjalanan yang dilakukan di akhir bulan Februari tersebut menjadi tragedi.

Tak bisa mendarat di Malaysia, kurangnya persediaan makanan, sampai mesin kapal yang rusak, membuat sekira 15 orang di antara mereka meninggal di perjalanan.

Hingga tanggal 24 Juni 2020, kapal mereka yang terombang-ambing ditemukan nelayan Aceh. Akhirnya para Muhajirin Rohingya tersebut berhasil diselamatkan setelah empat bulan lamanya mereka terjebak di lautan, berdesak-desakan di atas kapal, dan tak bisa menginjak daratan. (Sahabat Al-Aqsha)

Terima kasih Aceh

Terima kasih Indonesia

Terus sempurnakan kebaikan ini

Hingga Allah menangkan umat Islam di seluruh dunia

Infaq Rohingya

BSM 77 33 123456

a.n. Sahabat Al-Aqsha Yayasan

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 8

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 2

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 3

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 4

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 5

Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 6Berita 890 (26 Juli 2020).jpg - 7

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dr Nawwaf Takruri: Kembalinya Ayasofya Merupakan Simbol Tauhid, Kewibawaan, dan Kemenangan Siyasah
Penjaga Pantai Turki Selamatkan Lebih dari 900 Muhajirin Dalam Sebulan Terakhir »