Sipir Positif Covid-19, Tawanan Palestina di Penjara Ramon Dikarantina

30 July 2020, 20:05.
Foto: Safa.ps

Foto: Safa.ps

PALESTINA (Middle East Monitor) – Dua tawanan Palestina di Penjara Ramon telah dikarantina menyusul pengumuman keadaan darurat di penjara.

Kantor berita Wafa melaporkan, kekhawatiran serius telah lama mengemuka bahwa wabah dapat menyebar cepat di lingkungan penjara yang tertutup.

Menurut The Palestinian Chronicle, kekhawatiran meningkat setelah dua sipir ‘Israel’ dinyatakan positif Covid-19.

Para sipir ‘Israel’ menjalani tes setelah tawanan Palestina, Mohammad Al-Hazeen, dinyatakan positif terkena virus corona sehari setelah ia dibebaskan dari penjara tersebut.

Hal terjadi setelah “lembaga hukum” penjajah zionis, pekan lalu, memutuskan bahwa tawanan Palestina tidak memiliki hak perlindungan jarak sosial terhadap Covid-19.

“Pengadilan tinggi” ‘Israel’ menolak petisi yang dibuat oleh Adalah – Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab, yang mendesak ‘Israel’ untuk menerapkan protokol perlindungan Covid-19 bagi para tawanan di Penjara Gilboa.

Penjara Gilboa menampung sekira 450 warga Palestina yang diklasifikasikan oleh penjajah ‘Israel’ sebagai “tawanan keamanan”.

Sekira 222 tawanan Palestina diperkirakan telah meninggal di penjara-penjara ‘Israel’ sejak 1967, lima di antaranya meninggal tahun ini.

Lebih dari 5.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara penjajah zionis, menurut angka resmi Palestina. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Temuan Riset: ‘Israel’ Hancurkan dan Tutup Puluhan Masjid; Belasan Lainnya Dijadikan Bar, Restoran, dan Museum
Satu Pintu Masuk Bantuan di Suriah Ditutup, Ancaman Kelaparan Massal Mengintai »