Satu Pintu Masuk Bantuan di Suriah Ditutup, Ancaman Kelaparan Massal Mengintai

31 July 2020, 17:25.
Warga yang sedang menanti makanan di sebuah kamp pengungsi di Suriah pada 10 Mei 2020 [DELIL SOULEIMAN / AFP / Getty Images]

Warga yang sedang menanti makanan di sebuah kamp pengungsi di Suriah pada 10 Mei 2020 [DELIL SOULEIMAN / AFP / Getty Images]

SURIAH (Middle East Monitor) – Digunakannya makanan sebagai senjata perang oleh rezim Suriah dan sekutunya telah membahayakan nyawa lebih dari 4,1 juta orang yang memadati kamp-kamp pengungsian.

Jutaan orang masuk bergelombang dalam eksodus besar-besaran di Idlib akhir tahun lalu.

Keluarga-keluarga Suriah yang tinggal di kamp-kamp di dekat perbatasan Turki hampir sepenuhnya mengandalkan makanan yang diangkut truk bantuan untuk bertahan hidup.

Para aktivis mengatakan bahwa makanan kini menjadi senjata dalam peperangan ini, yang menyerang keluarga-keluarga rentan di garis depan.

Seorang aktivis di dalam komunitas kamp menggambarkan situasi yang mengerikan di kamp.

Berbicara kepada Voice of America, dia mengatakan bahwa sementara bom mungkin berhenti, namun mereka memasuki babak baru.

“Kami, sebagai aktivis, menyebutnya ‘pemboman dingin’,” katanya, seraya memperingatkan bahwa pasokan makanan untuk warga sipil kini menjadi senjata baru.

Jutaan orang telah terperangkap di sepanjang perbatasan antara Turki dan Suriah. Mereka mengandalkan makanan dari truk-truk bantuan.

Bantuan darurat ini terancam dikurangi secara drastis, menyusul resolusi PBB awal bulan ini untuk menutup salah satu dari dua perbatasan internasional sebagai pintu masuk bantuan.

Dikhawatirkan penutupan satu pintu masuk bantuan bakal mengakibatkan sejumlah besar keluarga – yang selama mengandalkan bantuan makanan bulanan untuk bertahan – bakal dilanda kelaparan massal.

Turki mendesak PBB untuk menjaga kedua perbatasan tetap terbuka, tetapi Rusia dan Cina memveto langkah itu.

Suriah dilanda peperangan berkepanjangan, sejak awal 2011 ketika rezim Bashar Al-Assad menindak brutal pengunjuk rasa.

Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang terlantar, menurut angka PBB. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sipir Positif Covid-19, Tawanan Palestina di Penjara Ramon Dikarantina
Aparat Saudi Tahan 244 Orang yang Mencoba Laksanakan Ibadah Haji Tanpa Izin Resmi »