Jajaki Kemungkinan Pindah, Perwakilan Muhajirin Rohingya Kunjungi Pulau Terpencil Bhashan Char

6 September 2020, 10:36.
Kompleks bangunan yang didirikan untuk menampung muhajirin Rohingya di Pulau Bhashan Char di Teluk Benggala. Foto ini diambil pada 19 Juni 2019 dan dirilis pada 21 Oktober oleh Mukta Dinwiddie MacLaren Architects. (AFP)

Kompleks bangunan yang didirikan untuk menampung muhajirin Rohingya di Pulau Bhashan Char di Teluk Benggala. Foto ini diambil pada 19 Juni 2019 dan dirilis pada 21 Oktober oleh Mukta Dinwiddie MacLaren Architects. (AFP)

BANGLADESH (Dhaka Tribune) – Sebanyak 40 orang perwakilan Muhajirin Rohingya di Cox’s Bazar dikirim ke Pulau Bhashan Char pada hari Sabtu (5/9/2020) untuk meninjau kondisi pulau terpencil itu.

Termasuk di antara 40 orang tersebut ialah para pemimpin lokal Rohingya, serta anggota keluarga para Muhajirin Rohingya yang sudah tinggal di Bhashan Char sebelumnya.

“Tim Rohingya yang berkunjung ini terdiri atas 40 orang dari kamp-kamp di Cox’s Bazar. Sudah disepakati mereka akan kembali dari Bhashan Char pada tanggal 8 September,” jelas Mahbub Alam Talukder dari Refugee Relief and Repatriation Commissioner (RRRC).

Perwakilan ini akan melihat langsung apakah kondisi di Bhashan Char lebih baik bagi para Muhajirin Rohingya untuk tinggal dibandingkan dengan di kamp Cox’s Bazar.

Talukder juga menyebutkan bahwa pengiriman tim ini sempat mengalami penundaan akibat cuaca buruk serta adanya wabah Covid-19.

Pada awal bulan Mei, pemerintah Bangladesh telah mengirim sekira 306 Muhajirin Rohingya untuk tinggal di pulau Bhashan Char.

Mereka adalah warga Rohingya yang diselamatkan Bangladesh setelah terombang-ambing dua bulan lamanya di lautan.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan Kamal, mengatakan, “Kami juga akan membawa beberapa tim dari PBB dan kelompok HAM sehingga mereka bisa meninjau langsung keadaan di sana.”

Sementara itu, Ketua Arakan Rohingya Society for Peace and Human Rights, Mohibullah, menyebutkan, “Masyarakat kami terbiasa tinggal di daerah perbukitan, hanya sedikit yang menetap di wilayah pesisir. Jadi kami masih merasa takut untuk hidup dekat dengan pantai dan laut.”

“Jika kami bisa melihat tempatnya, kondisi daratan dan lingkungan sekitarnya, kami akan mempertimbangkan apakah masyarakat kami bisa tinggal di sana atau tidak. Namun tetap prioritas pertama adalah untuk bisa melihat langsung,” tambahnya.

Pemerintah Bangladesh telah membangun pulau Bashan Char untuk bisa mengakomodasi sekira 103.200 Muhajirin Rohingya, di mana hampir satu juta dari mereka masih hidup berdesakan di kamp pengungsian Cox’s Bazar. (Dhaka Tribune)

Berita 1046 (6 September 2020).jpg - 2

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Muhajirin Suriah di Kamp-kamp Idlib; Hidup di Antara Panas Ekstrem dan Dingin Mencekam
Ditangkap Rezim di Laut Lepas, Puluhan Warga Rohingya Dikembalikan ke Kamp Rakhine »