Senin Dini Hari, Ratusan Muhajirin Rohingya Kembali Diselamatkan di Lhokseumawe

7 September 2020, 21:09.
Terdapat 14 anak-anak dari 297 orang pengungsi etnis Rohingya yang mendarat di pantai Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9/2020) dini hari. Foto: Rahmat Mirza/AFP

Terdapat 14 anak-anak dari 297 orang pengungsi etnis Rohingya yang mendarat di pantai Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9/2020) dini hari. Foto: Rahmat Mirza/AFP

ACEH (Aljazeera | BBC) – Ratusan Muhajirin Rohingya kembali diselamatkan di Lhokseumawe, Aceh pada Senin (7/9/2020) dini hari.

Rombongan sebanyak hampir 300 orang ini terdampar di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, sebagaimana dikonfirmasi aparat setempat.

Diyakini 102 laki-laki, 181 wanita, dan 14 anak-anak Muhajirin Rohingya ini sudah berbulan-bulan lamanya berada di lautan; dimana terdapat 30 orang lebih yang meninggal sepanjang perjalanan.

Menurut Munir Cut Ali, Kepala Desa Gampong Ujong Blang, awalnya warga setempat melihat kapal berisi ratusan Muhajirin Rohingya ini di bibir pantai.

Kemudian warga membantu mereka hingga mendarat di Lhokseumawe pada Senin dini hari.

Salah seorang Muhajirin Rohingya ditemukan dalam kondisi sakit sehingga segera dilarikan ke rumah sakit.

Senin siang, 295 Muhajirin Rohingya ini dipindahkan ke gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe dan akan menjalani rapid test.

Rombongan Muhajirin Rohingya ini merupakan yang terbesar yang diselamatkan di Indonesia sejak tahun 2015.

Sebelumnya, pada akhir bulan Juli 2020, 99 Muhajirin Rohingya (mayoritas perempuan dan anak-anak) juga mendarat di Lhokseumawe setelah 4 bulan lamanya terombang-ambing di lautan.

Di tanah airnya di Arakan (sekarang bernama Rakhine), warga Rohingya mendapat persekusi, diskriminasi, dan ancaman genosida dari pemerintah serta militer Myanmar.

Karenanya, hampir satu juta warga Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh meski terpaksa hidup berdesak-desakan di kamp pengungsian, tanpa ada kejelasan akan masa depan mereka.

Banyak warga Rohingya yang kemudian dijebak oleh para penjahat perdagangan manusia dengan iming-iming akan mendapat kehidupan yang lebih baik.

Mereka dijanjikan akan dibawa ke Malaysia, negeri mayoritas Muslim yang telah menampung ratusan ribu Muhajirin Rohingya, dengan menggunakan kapal.

Chris Lewa, Direktur Arakan Project, lembaga nirlaba yang fokus mengenai krisis Rohingya, mengatakan bahwa para pelaku perdagangan manusia sengaja menahan Muhajirin Rohingya berbulan-bulan di lautan, untuk meminta bayaran kepada keluarga mereka yang berada di daratan.

“Sepertinya para penyelundup manusia tersebut tidak membebaskan mereka karena belum semua orang membayar. Secara garis besar, para penjahat itu sebenarnya menyandera mereka di atas kapal,” jelas Lewa. (Aljazeera | BBC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal ‘Israel’ Tabrak Bocah Palestina di Al-Khalil
Tenda Terbakar di Kamp Muhajirin Idlib, Tiga Bersaudara Tewas »