Lima Tahun Terakhir, 61 Aktivis Media dan HAM Terbunuh di Yaman

8 September 2020, 21:22.
Anak-anak Yaman menghadiri pemakaman seorang jurnalis Yaman, Almigdad Mojalli, yang terbunuh pada 18 Januari 2016 [MOHAMMED HUWAIS / AFP / Getty Images]

Anak-anak Yaman menghadiri pemakaman seorang jurnalis Yaman, Almigdad Mojalli, yang terbunuh pada 18 Januari 2016 [MOHAMMED HUWAIS / AFP / Getty Images]

YAMAN (Middle East Monitor) – SAM for Rights and Liberties mengungkapkan bahwa mereka telah mencatat pembunuhan 61 aktivis media dan HAM di Yaman sejak tahun 2014 hingga 2019.

SAM mengatakan dalam laporan bertajuk “Karir yang berbahaya”, bahwa mereka mendokumentasikan lebih dari 1.586 pelanggaran terhadap aktivis HAM, organisasi masyarakat sipil, media, reporter surat kabar, hingga aktivis dan agensi media sosial selama periode lima tahun.

Pelanggaran tersebut termasuk pembunuhan, penyerangan fisik, penyiksaan sampai mati, penghilangan paksa, penahanan sewenang-wenang, dan penuntutan sebagai konsekuensi menyuarakan pandangan mereka. Termasuk penghancuran dan perusakan konten, penjarahan, hingga penutupan institusi media.

“Tahun 2015 adalah tahun terburuk bagi media di Yaman,” kata SAM dalam laporannya.

Pada 2015, sebanyak 319 pelanggaran didokumentasikan, termasuk sepuluh kematian, disusul 2017 dengan 300 pelanggaran termasuk tiga kematian, dan 2016 dengan 205 pelanggaran termasuk sepuluh korban jiwa.

Selanjutnya tahun 2018 sebanyak 135 pelanggaran, dan 2019 tercatat jumlah pelanggaran 134 kasus.

Menurut laporan itu, milisi syiah Houthi melakukan 60 persen pelanggaran, sementara koalisi Arab melakukan 25 persen pelanggaran.

Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA melakukan sepuluh persen serangan, dengan pihak lain bertanggung jawab atas lima persen sisanya.

SAM meminta masyarakat internasional untuk menekan semua pihak dalam lingkaran konflik Yaman untuk segera menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap aktivis HAM dan media, serta membentuk komite internasional untuk menyelidiki semua pelanggaran yang terjadi.

SAM juga menuntut agar mereka yang terlibat dalam pelanggaran itu diadili. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Awal Pekan, Serdadu Kembali Tangkap Sejumlah Warga Palestina di Tepi Barat
Serbu Sejumlah Daerah di Tepi Barat, Serdadu Bidik Pemimpin Hamas »