Bocah Perempuan Suriah Terluka Akibat Penembakan di Perbatasan Turki-Yunani

13 September 2020, 21:11.
Gazin Abdu (kiri) dan kakak laki-lakinya, Hazar, berbincang di provinsi perbatasan barat laut Turki, Edirne pada 13 September 2020. Foto: DHA

Gazin Abdu (kiri) dan kakak laki-lakinya, Hazar, berbincang di provinsi perbatasan barat laut Turki, Edirne pada 13 September 2020. Foto: DHA

TURKI (Daily Sabah) – Gazin Abdu, seorang gadis Suriah berusia 8 tahun, terluka akibat dua peluru karet – yang diduga ditembakkan oleh seorang serdadu Yunani – di dekat perbatasan Turki, Ahad (13/9/2020).

“Seorang serdadu Yunani menembaki kami. Kaki saudara perempuan saya ditembak menggunakan dua peluru karet. Kemudian mereka meneriaki kami,” ujar saudara laki-laki Gazin, Hazar Abdu.

Setelah mereka kembali, tentara Turki langsung membawa Gazin ke rumah sakit.

Pasukan keamanan Turki mendapatkan informasi bahwa sembilan muhajirin Suriah, di mana satu orang terluka, berada di Distrik Meriç, di Provinsi Edirne barat laut, yang berbatasan dengan Yunani.

Saudara laki-laki Gazin Abdu, yang berusia 19 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa mereka telah tiba di perbatasan Yunani dengan harapan bisa menyeberang ke Eropa.

Uni Eropa, Kamis lalu, mendesak Yunani untuk menghormati hak-hak fundamental dan undang-undang suaka Eropa di perbatasan Yunani-Turki.

Yunani dikenal karena perlakuan kasar dan tak bersahabat secara terus-menerus terhadap pengungsi.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia dan media massa telah membuktikan perilaku buruk pasukan Yunani.

Yunani juga mendapat kecaman luas karena kebijakannya menolak pengungsi.

The New York Times pada 14 Agustus melaporkan bahwa Yunani telah “meninggalkan” muhajirin di laut, yang kemudian diselamatkan oleh penjaga pantai Turki.

The New York Times telah mewawancarai korban selamat dari lima insiden semacam itu dan mengutip bukti tambahan dari pengawas independen, dua peneliti akademis, dan penjaga pantai Turki.

Berdasarkan penelitiannya, The Times mengatakan lebih dari 1.000 muhajirin telah didorong ke laut lepas sejak Maret 2020.

Turki dan Yunani telah menjadi titik transit utama bagi para muhajirin yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai hidup baru; setelah melarikan diri dari perang dan penganiayaan.

Ankara awal tahun ini membuka pintunya bagi para muhajirin yang ingin menyeberang ke Eropa. Turki menyebut Uni Eropa gagal menepati janjinya berdasarkan kesepakatan pengungsi 2016. (Daily Sabah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 21 Warga Terluka Akibat Serangan Bom di Timur Laut Suriah
PLO: Normalisasi Dirancang untuk Membentuk Aliansi Militer yang Dipimpin Zionis ‘Israel’ »