Pemukim Ilegal Banjiri Lahan Pertanian Warga Palestina dengan Air Limbah, Panen Zaitun Terancam Gagal
21 October 2020, 05:23.
![Daerah yang tercemar akibat limbah ‘Israel’ terlihat di Dataran Tinggi Golan pada 25 Oktober 2016. [Anadolu Agency / Faruk Al Ahmed]](http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2020/10/Berita-1205-21-Oktober-2020-800x533.jpg)
Daerah yang tercemar akibat limbah ‘Israel’ terlihat di Dataran Tinggi Golan pada 25 Oktober 2016. [Anadolu Agency/Faruk Al Ahmed]
PALESTINA (Middle East Monitor) – Pemukim ilegal ‘Israel’, Senin (19/10/2020), membanjiri lahan pertanian milik warga Palestina –di Desa Deir Al-Hatab, Provinsi Nablus– dengan air limbah.
Genangan limbah telah mengganggu panen zaitun di kawasan tersebut.
Ghassan Daghlas, seorang petugas Palestina yang bertanggung jawab mengawasi permukiman di Tepi Barat utara, mengatakan para pemukim dari permukiman ilegal Elon Moreh bertanggung jawab atas tindakan membanjiri lahan dan merusak pepohonan.
Dia menjelaskan bahwa sebagian besar lahan tersebut ditanami pohon zaitun, yang berarti panen zaitun tahun ini terancam gagal.
Panen zaitun adalah sumber pendapatan utama bagi ribuan keluarga Palestina di wilayah pendudukan.
Namun mereka menghadapi banyak kendala akibat tindak-tanduk penjajah.
Termasuk pembatasan yang diberlakukan penjajah pada akses ke lahan milik petani, serta serangan oleh para pemukim ilegal.
Sejak panen zaitun dimulai pada akhir September, serdadu dan pemukim ilegal ‘Israel’ telah menyerang petani di berbagai tempat di Tepi Barat yang diduduki.
Ratusan ribu pemukim Yahudi tinggal di 250 permukiman ilegal yang tersebar di berbagai wilayah Palestina.
Penjajah ‘Israel’ menduduki Gaza dan Tepi Barat, termasuk Baitul Maqdis Timur, pada Juni 1967. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
