Gambia Serahkan Materi Gugatan atas Genosida Myanmar ke Mahkamah Internasional

26 October 2020, 20:09.
Foto: Anadolu

Foto: Anadolu

(ANADOLU) – Jum’at (23/10/2020), Gambia menyerahkan lebih dari 500 halaman materi kepada Mahkamah Internasional (ICJ) atas gugatannya terhadap kejahatan genosida Myanmar.

Berkas itu masih dilengkapi lagi dengan 5.000 halaman lebih bukti-bukti pendukung atas kekejaman yang dialami etnis Muslim minoritas Rohingya.

“Momen (penyerahan materi gugatan terhadap Myanmar) ini merupakan sebuah langkah untuk menghadirkan keadilan bagi warga Rohingya,” sebut Matthew Smith kepala eksekutif Fortify Rights.

Organisasi kemanusiaan itu menyatakan bahwa Myanmar masih terus melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas Rohingya.

Mereka memperkirakan masih ada 600.000 warga Rohingya di Arakan (Rakhine), Myanmar dan lebih dari 125.000 di antaranya dikurung oleh pemerintah di kamp-kamp konsentrasi.

Bulan November 2019, Gambia dengan didukung Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyeret Myanmar ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas kejahatan genosida terhadap etnis Rohingya.

Lalu pada tanggal 23 Januari 2020, ICJ secara tegas memerintahkan Myanmar untuk melakukan segala langkah yang diperlukan agar bisa menghentikan kejahatan genosida yang terjadi di negaranya.

Tahap berikutnya, Myanmar akan merespon materi gugatan Gambia pada tanggal 23 Juli 2021.

Ro Nay San Lwin, salah seorang pendiri Free Rohingya Coalition mengajak komunitas internasional untuk mendukung penuh langkah Gambia.

“Pemerintah dan militer Myanmar terus melanjutkan persekusi kejinya kepada warga Rohingya di Rakhine, meski sudah ada perintah dari Mahkamah Internasional (untuk menghentikanya),” kata San Lwin.

“Konflik bersenjata di Rakhine tak kunjung usai sementara warga Rohingya sudah banyak terkena dampaknya.”

Lanjutnya, “Aparat setempat menggunakan dalih penanganan Covid-19 untuk melakukan persekusi lebih jauh lagi. Banyak warga Rohingya yang terbunuh akibat pertempuran serdadu Myanmar dengan Arakan Army. Serdadu Myanmar sengaja memanfaatkan warga Rohingya sebagai tameng dalam pertempuran itu.”

Mohammad Shamsu Douza, komisioner penanganan pengungsi di Bangladesh juga menyeru dunia internasional untuk membersamai Gambia dan menekan Myanmar agar segera menghentikan kejahatannya sekaligus mempersiapkan syarat-syarat yang diperlukan bagi kepulangan warga Rohingya. (Anadolu)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Peserta Konferensi Internasional PBB Bersepakat Tetap Teguh Temukan Solusi untuk Krisis Rohingya
VIDEO – Warga Sudan Korban Banjir Bandang Terima Tanda Cinta dari Warga Indonesia »