Kecam Normalisasi Sudan-Zionis, Hamas Juga Geram Atas Pernyataan Macron

28 October 2020, 07:29.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Kepala biro politik Hamas, Ismail Haneyya, mengecam kesepakatan normalisasi Sudan dengan penjajah ‘Israel’.

Ia menyebut langkah itu sebagai penyimpangan politik yang mencerminkan kondisi perpecahan antara penguasa negeri Arab dengan hati nurani dan sejarah bangsa.

Haneyya mengungkapkan keyakinan Hamas bahwa kesepakatan Sudan dengan ‘Israel’ tidak mencerminkan budi luhur rakyat Sudan dan posisi historis mereka terhadap perjuangan Palestina.

Pemimpin Hamas juga menghargai posisi rakyat Sudan yang menolak kesepakatan normalisasi dengan ‘Israel’.

Kesepakatan tersebut diyakini tak akan berhasil membentuk kembali peta regional sesuai dengan ambisi ‘Israel’.

“Peta regional hanya dibuat oleh orang-orang yang menjalankan komitmen mereka. Hak-hak kami tidak dapat dicabut di Palestina,” ujarnya.

Haneyya juga mengungkapkan kemarahan Hamas atas tindak-tanduk pemimpin Prancis, Emmanuel Macron, dalam menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam dan agama Islam, serta menghasut kebencian, permusuhan, dan kekerasan terhadap bangsa Muslim.

Haneyya menekankan bahwa perilaku Prancis seperti itu telah merusak makna toleransi dan hidup berdampingan antar warga dunia dan bangsa-bangsa di dunia. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ranjau Meledak di Lahan Pertanian Sisi Timur Aleppo, Warga Sipil Suriah Tewas
Presiden Turki Serukan Boikot Produk Prancis »