Badan Kemanusiaan PBB: “Penduduk Yaman Dilanda Kelaparan Massal dan Dikepung Berbagai Penyakit”

12 November 2020, 18:39.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

YAMAN (Anadolu Agency) – Kepala Badan Kemanusiaan PBB, Mark Lowcock, mengatakan bahwa saat ini penduduk Yaman menderita kekurangan makanan dan sangat rentan diserang berbagai penyakit.

“Penduduk Yaman tidak terancam kelaparan. Saat ini mereka benar-benar kelaparan,” kata Lowcock dalam penjelasannya kepada Dewan Keamanan PBB.

Dia mendesak pihak-pihak yang berkonflik, anggota Dewan Keamanan, para donor, dan organisasi kemanusiaan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Yaman.

“Waktu hampir habis,” kata Mark Lowcock.

Tanpa makanan, metabolisme tubuh kian melambat mempertahankan energi untuk organ vital.

Dalam kondisi lapar dan lemah, orang-orang sering menjadi lelah, mudah tersinggung, dan bingung. Sistem kekebalan pun kehilangan kekuatannya.

Saat kelaparan, mereka – terutama anak-anak – lebih rentan jatuh sakit atau meninggal karena penyakit yang mungkin mereka idap.

“Ada berbagai jenis penyakit di Yaman yang akan memangsa sistem kekebalan yang lemah ini,” kata Lowcock.

Termasuk kolera, Covid-19, infeksi, penyakit pernapasan lain, hingga malaria, demam berdarah, dan difteri.

“Ini adalah kematian yang mengerikan, menyiksa, dan memalukan. Situasi ini sangat kejam; di mana sebenarnya ada lebih dari cukup makanan untuk semua orang,” katanya.

Lowcock mendesak para donor untuk terus meningkatkan dukungan.

Ia menyebut lebih dari $200 juta yang dijanjikan bakal dialokasikan tahun ini, termasuk pendanaan baru yang diumumkan pada bulan September, masih belum dibayarkan oleh pada donor.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika milisi syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Lebih dari 100.000 orang Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik tersebut, yang menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang berisiko kelaparan. (Anadolu Agency)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« “Delegasi” Zionis ‘Israel’ Bakal Kunjungi Sudan Akhir Pekan Ini
Serdadu Zionis Keroyok Petani Tua Palestina di Kebun Zaitun »