Petisi Hentikan Drone Pembunuh ‘Israel’ Bergema Kencang, Kontrak Sewa Perusahaan Zionis Diputus

14 November 2020, 18:36.

Berita 1302 (14 November 2020)

BELGIA (ECC Palestine) – Perusahaan Portugis CeiiA baru-baru ini memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa dua drone dari perusahaan senjata ‘Israel’ Elbit untuk patroli perbatasan dan misi lain Badan Keamanan Maritim Eropa (EMSA).

Keputusan ini menyusul penandatanganan petisi ‘Hentikan Drone Pembunuh Israel’ – yang diluncurkan oleh World Without Walls Europe dan disponsori bersama oleh 46 organisasi – oleh lebih dari 10.000 warga Eropa yang menuntut diakhirinya kontrak dan penggunaan drone.

Namun tidak serta merta penggunaan drone militer untuk keamanan perbatasan Uni Eropa (UE) berakhir.

Badan penjaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, telah mengontrak ‘Israel’ Aerospace Industries (IAI) dan layanan drone Elbit, dan Yunani mulai menyewa drone IAI untuk patroli perbatasan juga.

Frontex dan negara-negara UE dapat meminta EMSA untuk menyediakan penggunaan drone Hermes dari Elbit untuk mendeteksi dan mencegat kapal migran, di antara misi lainnya.

Di awal tahun ini salah satu drone tersebut jatuh di Kreta, saat memantau perbatasan maritim Yunani.

Elbit Systems mengembangkan drone-nya bersama dengan serdadu ‘Israel’. Mereka menyediakan 85% drone yang digunakan oleh ‘Israel’ dalam serangan militer berulang dan melanjutkan pengepungan yang tidak manusiawi di Gaza.

Awal tahun ini Yunani mengumumkan akan menyewa drone Heron dari IAI untuk memperluas kapasitas keamanan perbatasannya.

Bulan lalu Frontex mengumumkan telah memberikan kontrak € 50 juta kepada Airbus (dengan IAI sebagai subkontraktor) dan Elbit untuk menyediakan penerbangan pengawasan drone di Mediterania dalam dua tahun ke depan.

Dengan kontrak ini, Frontex mengambil langkah-langkah baru dalam pekerjaan keamanan perbatasannya, perluasan perannya dalam kebijakan migrasi dan perbatasan UE, dan dalam memperoleh peralatannya; alih-alih mengandalkan peralatan produksi negara anggota UE.

Bagi pengungsi yang mencoba menyeberangi Mediterania, hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih menghancurkan, mengingat publikasi baru-baru ini tentang keterlibatan Frontex dalam serangan ilegal dari Yunani ke Turki dan penarikan kembali ke Libya.

“Berakhirnya penggunaan drone Elbit oleh EMSA menunjukkan bahwa tekanan publik berdampak untuk menghentikan praktik tidak etis, sekaligus menjelaskan strategi penjualan yang mengerikan dari perusahaan senjata ‘Israel’,” kata Aneta Jerska (ECCP) dari World Without Walls Eropa.

“Kontrak baru Frontex dan peningkatan penggunaan drone, banyak di antaranya dari perusahaan ‘Israel’, untuk menargetkan pengungsi di perbatasan Eropa. Kita perlu membangun lebih banyak tekanan untuk menghentikan politik anti-migrasi yang mematikan di Eropa dan pembiayaan Uni Eropa untuk industri militer Israel”. (ECC Palestine)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Culik Direktur Pusat Manuskrip Masjid Al-Aqsha
Serdadu Zionis Lakukan Pembatasan Ketat, Sejumlah Warga Ditangkap di Gerbang Masjid Al-Aqsha »