Normalisasi Hubungan ‘Israel’-Negeri Arab Jadi Masa Bulan Madu Industri Senjata Amerika

18 November 2020, 09:42.
Foto: Jack Guez/AFP via Getty Images

Foto: Jack Guez/AFP via Getty Images

PALESTINA (Middle East Monitor) – Normalisasi hubungan ‘Israel’ dengan negara-negara Arab bakal mendorong penjualan senjata Amerika Serikat (AS) dan menguntungkan serdadu zionis ‘Israel’.

Pandangan tersebut diutarakan wartawan dan penulis ‘Israel’, Hagai Amit, di The Marker.

Arabi21 melaporkan, Amit mengatakan bahwa langkah ‘Israel’ meneken kesepakatan normalisasi dengan Bahrain adalah awal babak baru musim semi Yahudi-Arab.

Selain keuntungan yang melekat pada kesepakatan, normalisasi dianggap sebagai awal dari “bulan madu” bagi industri senjata Amerika.

Pekan lalu, menurut Amit, Departemen Pertahanan AS mengungkap kabar tentang industri senjata lokal, yang dianggap sebagai warisan Donald Trump.

“Pelaku industri senjata ‘Israel’ menganggap ini sebagai awal dari aliran pasokan senjata Amerika untuk negara-negara Teluk,” tulis Amit.

UEA akan menerima jet tempur F-35 dari AS sebagai hasil dari penandatanganan “kesepakatan damai” dengan penjajah zionis.

Amit juga melaporkan bahwa Qatar mencapai kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan AS.

Qatar akan memiliki jet tempur F-15 untuk pertama kalinya; dimana pada tahap pertama akan dipasok 36 jet tempur dari 72 unit yang diminta.

Pekan lalu, Departemen Pertahanan AS mengungkapkan kesepakatan $9,8 miliar antara Arab Saudi dan Boeing yang akan mengembangkan 70 unit jet F-15 untuk kerajaan Saudi.

Divisi udara serdadu zionis ‘Israel’ akan mendapat keuntungan secara tidak langsung dari kesepakatan semacam itu.

Kesepakatan AS akan turut meningkatkan dan mengembangkan jet F-15 ‘Israel’.

Pasalnya, beberapa bagian jet F-15 diproduksi dan dipasang oleh industri udara ‘Israel’. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah ‘Israel’ Tolak Perawatan Lanjutan untuk Tawanan Palestina yang Alami Luka Bakar Berat
Serdadu Rezim Suriah Ketahuan Gunakan Tenda Bantuan UNHCR untuk Muhajirin »