Usai Publikasi Fatwa Boikot Total Zionis ‘Israel’, Halaman Persatuan Ulama Muslim Dunia Dihapus Facebook

7 January 2021, 19:16.
Sekjen IUMS, Ali Moheiddin al-Qaradaghi, berbicara dalam konferensi pers di ibu kota Qatar, Doha pada 1 Desember 2017. [KARIM JAAFAR / AFP via Getty Images]

Sekjen IUMS, Ali Moheiddin al-Qaradaghi, berbicara dalam konferensi pers di ibu kota Qatar, Doha pada 1 Desember 2017. [KARIM JAAFAR / AFP via Getty Images]

QATAR (Middle East Monitor) – Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengecam penghapusan halamannya oleh Facebook, Selasa (5/1/2021).

IUMS telah meluncurkan halaman baru, dan menyerukan semua Muslim dan orang-orang yang adil di dunia untuk mendukung organisasi tersebut.

IUMS mengaitkan penghapusan halaman Facebook-nya dengan dukungannya terhadap berbagai persoalan ummat, seperti perjuangan rakyat Palestina.

Penghapusan halaman Facebook terjadi setelah upaya berulang kali untuk meretas situs web IUMS.

“Pihak Facebook mengambil langkah ini karena kami mengatakan kebenaran dan membela perjuangan bangsa Palestina dan di tempat lainnya,” kata pihak IUMS.

Insiden itu terjadi setelah sebuah fatwa dipublikasikan di halaman Facebook, Sabtu (2/1/2021) malam.

Dalam fatwa tersebut, IUMS menyerukan pemboikotan menyeluruh terhadap zionis ‘Israel’, terutama boikot di bidang ekonomi. Pemboikotan harus terus dilakukan sampai penjajah ‘Israel’ menarik diri dari semua wilayah Palestina yang mereka rampas.

“Fatwa kami khusus untuk penjajah (‘Israel’), barang dan produk buatannya, karena mereka merampok tanah dan rumah kami, menyerang dan menangkap saudara-saudara kami di Palestina, mencaplok bukit Golan di Suriah, dan hingga hari ini mereka masih mengambil alih Masjid Al-Aqsha kami.”

“Mencegah agresi dan mengusir penjajah dari wilayah yang mereka rampas, kemudian melawan mereka dengan semua cara yang sah adalah keharusan dan tugas kemanusiaan. Termasuk melakukan perlawanan dengan semua cara yang disetujui oleh nilai-nilai perundang-undangan yang kuat dan ditetapkan oleh hukum internasional, melalui kebijakan PBB, perjanjian internasional, maupun konstitusi negara,” bunyi fatwa tersebut.

IUMS menyebut halaman resmi sebelumnya di Facebook adalah salah satu halaman paling aktif dengan lebih dari tiga juta pengikut.

IUMS pun menerbitkan halaman barunya di Facebook: https://www.facebook.com/unionofmuslimscholars

IUMS didirikan di Dublin pada tahun 2004, beranggotakan negara-negara Muslim dunia, kelompok (Muslim) minoritas, dan kelompok Islam.

Tahun 2011, kantor pusat IUMS dipindahkan ke ibu kota Qatar, Doha, berdasarkan keputusan Dewan Eksekutif organisasi. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemuda Palestina yang Ditembak di Al-Khalil Lumpuh Total, Sepenuhnya Dibantu Ventilator
Serdadu Zionis Tebang dan Cabut Lebih dari 3.400 Pohon Zaitun di Salfit »