Kondisi Pusat Penahanan Malakasa Memprihatinkan, Yunani Didesak Penuhi Hak Muhajirin

7 January 2021, 19:23.
Sumber: Euromedmonitor

Sumber: Euromedmonitor

YUNANI (Euromedmonitor) – Kondisi kehidupan 1.000 muhajirin di pusat penahanan “Malakasa baru” yang didanai Uni Eropa di pinggiran Athena, Yunani, sangat memprihatinkan.

The Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyebut kondisi mengerikan yang dialami para muhajirin di kamp-kamp ini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental mereka.

Tak ada air yang mengalir, pemadaman listrik sering terjadi, dan tenda yang dihuni tidak dilengkapi fasilitas atau sarana untuk menghadapi musim dingin.

“Uni Eropa harus memastikan bahwa pendanaannya berada di tangan yang tepat dan menuntut tindakan nyata rezim Yunani untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak pencari suaka dalam tahanannya,” kata Muhammad Shehada, Manajer Regional Eropa di Euro-Med Monitor.

Maret 2020, pemerintah Yunani secara tidak sah mengeluarkan keputusan darurat yang menangguhkan prosedur suaka. Muhajirin yang tiba ke negara itu ditempatkan di fasilitas penahanan informal, seperti pusat Kleidi dan Serres, kapal Angkatan Laut “Rhodes”, dan pusat “Malakasa baru”.

Malakasa baru kemudian menjadi proyek percontohan untuk Kementerian Migrasi dan Suaka Yunani. Proyek ini menerima dana 4,9 juta Euro untuk konstruksi dan pemeliharaan dari bantuan darurat UE untuk Suaka, Migrasi, dan Dana Integrasi (AMIF) sebagai bagian dari program METOIKOS.

Menampung sekira 1.000 muhajirin dari Suriah, Somalia, Kongo, dan Afghanistan, kondisi kehidupan di kamp Malakasa menimbulkan kekhawatiran serius terkait dengan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan penduduk.

Rekaman di Malakasa baru pada Desember 2020 dengan jelas menunjukkan betapa tenda-tenda itu sangat rentan dan tidak dilengkapi fasilitas menghadapi suhu dingin, angin kencang, dan hujan lebat.

Penghuni Malakasa baru juga mengeluhkan bahwa kamp tersebut sarat dengan kekerasan dan pelecehan seksual. Hak anak-anak atas pendidikan yang layak atau tempat bermain yang aman dirampas. Tidak adanya koneksi Wifi kian menghalangi anak-anak mengakses pendidikan online.

Muhammad Shehada menyebut kondisi mengerikan di kamp Malakasa telah melanggar hak para Muhajirin untuk mendapat perumahan dan kesehatan yang layak, seperti yang tertuang dalam Deklarasi Universal HAM dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Euro-Med Monitor menyerukan kepada Komisi UE dan rezim Yunani untuk segera bekerja meningkatkan kondisi kehidupan para muhajirin di Malakasa baru yang didanai UE. Termasuk menyediakan akomodasi, perlindungan, dan makanan yang memadai.

Juga akses perawatan kesehatan, pendidikan, dan ruang umum. Yunani juga didesak untuk mempercepat proses suaka yang memungkinkan integrasi pencari suaka dalam masyarakat, daripada mengurung mereka dalam waktu lama secara tidak manusiawi di pusat penahanan. (Euromedmonitor)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Aparat Rezim Myanmar Tangkap 99 Warga Rohingya Korban Penyelundupan
Pemuda Beit Ummar Protes Pembunuhan Warga, Bentrokan Pecah dengan Serdadu Zionis »