Berdalih Kekang Penyebaran Covid-19, Serdadu Zionis Tutup Masjid Ibrahimi Selama 10 Hari

9 January 2021, 13:21.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Kamis (7/1/2020), serdadu zionis menutup Masjid Ibrahimi di al-Khalil selama 10 hari dengan dalih mengekang penyebaran virus corona.

Syaikh Hefzi Abu Sneina, Direktur Masjid Ibrahimi, mengatakan kepada Kantor Berita Palestina WAFA, bahwa para jamaah dilarang serdadu mengakses bagian mana pun dari situs suci selama 10 hari, hingga 17 Januari mendatang.

Abu Sneina menyebut klaim ini tidak valid. Serdadu dikatakannya memang bersikukuh menolak akses Muslim ke Haram.

Dia menekankan bahwa para jamaah selalu berkomitmen melaksanakan semua tindakan kesehatan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Ia mengungkap fakta bahwa serdadu yang ditempatkan di pos pemeriksaan di sekitar masjid, sebelumnya hanya mengizinkan 20 jamaah untuk memasuki masjid pada satu waktu.

Sementara itu, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengutuk keputusan tersebut dan menegaskan tidak akan menerimanya.

Sejak tahun 1994, Masjid Ibrahimi telah dibagi satu bagian khusus untuk umat Islam dan satu bagian lain untuk orang Yahudi. Yakni setelah seorang pemukim ilegal Yahudi membunuh 29 Muslim saat mereka melaksanakan shalat subuh tanggal 25 Februari 1994.

Al-Khalil dan Masjid Ibrahimi dikenal sebagai Kota Tiga Nabi, karena merupakan tempat dimakamkannya Nabi Ibrahim ‘Alayhissalaam, Nabi Ishak ‘Alayhissalaam, dan Ya’kub ‘Alayhissalaam. Juga istri Nabi Ibrahim bernama Sarah, istri Nabi Ishak bernama Ribka, istri Nabi Ya’kub Leah.

Sementara pendatang ilegal Yahudi mengklaim tempat ini sebagai “Gua Machpelah” atau “gua para leluhur”.

Masjid Ibrahimi terletak di Kota Tua al-Khalil; di mana sekitar 800 pemukim ilegal Yahudi tinggal di tengah 200 ribu warga Palestina, yang berada di bawah penjagaan ketat serdadu zionis.

Masjid Ibrahimi atau juga Al-Haram Al-Khalil di Kota Tua Al-Khalil selalu menjadi sasaran pelanggaran kejahatan ‘Israel’ yang cukup lama.

Ketika hari besar Yahudi, tempat makam para nabi ini sering digunakan menari, berdansa, dan pesta miras hingga larut malam.

Tahun 2017, UNESCO menetapkan Masjid Ibrahimi sebagai situs sejarah (daftar warisan dunia) milik Palestina, namun penjajah ‘Israel’ menguasainya dengan dalih melindungi kepentingan umat ketiga agama. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« VIDEO – Serdadu Zionis Tangkap Said Arami, Pria 51 Tahun yang Melawan Penjajah dengan Katapelnya
‘Mbah Gunung’ Palestina: “Saya Tak Takut Ditangkap, Ancaman Selalu Muncul Selama Penjajah Masih Ada” »