Temui Emir Qatar, Pemimpin Hamas Apresiasi Rekonsiliasi Negara Teluk

11 January 2021, 14:13.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

QATAR (Palinfo) – Pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, bertemu dengan Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Thani, Ahad (10/1/2021) di Emiri Diwan, Doha.

Di awal pertemuan, Haniyah mengucapkan selamat kepada Emir Qatar atas rekonsiliasi Teluk dan hasil positif KTT Dewan Kerja Sama Teluk sesi ke-41.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan situasi di Palestina.

Haniyah menyampaikan informasi kepada Emir Qatar tentang perkembangan terkini di arena Palestina, terutama upaya memperkuat persatuan nasional Palestina.

Rabu malam, Haniyah mengucapkan selamat kepada Emir Qatar melalui telepon tentang rekonsiliasi Teluk dan keberhasilan KTT Al-Ula yang diadakan di Arab Saudi.

“Kesepakatan solidaritas yang dicapai di KTT adalah pencapaian besar Arab dan Islam, serta memperkuat aksi bersama Arab dan pembelaan atas masalah-masalah bangsa kita, terutama masalah Palestina,” ujar Haniyah.

Sebelumnya, Hamas mengucapkan selamat kepada Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) atas kemajuan yang dicapai dalam upaya rekonsiliasi yang mengakhiri keretakan antara Arab Saudi dan Qatar.

Upaya rekonsiliasi yang disponsori Kuwait itu mengarah pada pembukaan kembali perbatasan antara kedua negara.

Hamas mengungkapkan harapan bahwa GCC akan bekerja untuk mengakhiri krisis sepenuhnya dan memulihkan persatuan, serta kerja sama; yang akan berkontribusi pada terjalinnya persatuan Arab.

Hamas menyerukan dilaksanakannya dialog regional yang lebih luas untuk mengatasi semua perbedaan antara negara-negara Arab dan Islam.

Hamas berharap tahun 2021 akan menjadi tahun pencapaian persatuan nasional Palestina. (Palinfo)

Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Kecam Langkah UEA Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sejak 2011, 709 Wartawan Tewas dan 1.571 Luka-luka Imbas Kebrutalan Rezim Assad »