Sejak 2011, 709 Wartawan Tewas dan 1.571 Luka-luka Imbas Kebrutalan Rezim Assad

11 January 2021, 20:04.
Seorang juru kamera TV berlari melintasi jalan di antara reruntuhan bangunan untuk mencari perlindungan di Aleppo, Suriah pada tanggal 5 Oktober 2012 [TAUSEEF MUSTAFA / AFP / Getty Images]

Seorang juru kamera TV berlari melintasi jalan di antara reruntuhan bangunan untuk mencari perlindungan di Aleppo, Suriah pada tanggal 5 Oktober 2012 [TAUSEEF MUSTAFA / AFP / Getty Images]

SURIAH (Middle East Monitor) – Sejumlah besar wartawan di Suriah, yang berupaya mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad, telah dibunuh atau terluka.

Perang berkecamuk di Suriah sejak 2011 ketika rezim menindak pengunjuk rasa secara brutal.

Abdulkadir Bekri, seorang wartawan independen, mulai meliput demonstrasi damai di Idlib, Suriah barat laut, pada tahun 2011.

Sejak itu, dia telah melihat pengeboman, gelombang pengungsian warga sipil, dan penderitaan rakyat yang terus menerus.

Bekri mengatakan, dia sempat terkena serangan kimia oleh rezim di Khan Shaykhun pada April 2017.

“Kami pergi ke tempat kejadian untuk mendokumentasikan serangan itu. Itu adalah gas sarin. Bahkan kami tak tahan berdiri selama enam detik di tempat itu,” katanya kepada Anadolu Agency.

“Teman saya Abed Kantar terkena dampaknya. Setelah saya membawanya ke rumah sakit, saya juga jatuh sakit dan tidak sadarkan diri dalam perawatan intensif selama dua hari. Keluarga saya memberi tahu saya bahwa saya mengalami kejang terus menerus,” ujar Bekri.

Bekri mengatakan pekerja media yang mencoba mendokumentasikan situasi di lapangan menjadi sasaran ancaman, bahkan dibunuh.

Dia bertekad akan terus mengekspos kezhaliman rezim, meskipun harus mengorbankan nyawanya.

Saif Abdullah, seorang wartawan lepas di kota Hama, yang kakinya terluka, mengatakan banyak wartawan menjadi sasaran dan ditahan pada awal peperangan.

Dia mengatakan mereka dibombardir pada 2017.

“Teman kami Abu Yazid meninggal. Saya dan tiga teman saya yang lain terluka. Cedera itu berdampak negatif pada kehidupan profesional dan pribadi saya,” katanya.

Ratusan ribu orang telah terbunuh, dan jutaan lainnya mengungsi dalam konflik Suriah hingga saat ini.

Data Syrian Network for Human Rights, setidaknya 709 pekerja media terbunuh antara Maret 2011 hingga sekarang, 551 di antaranya oleh serdadu rezim Assad.

Sembilan dari mereka yang tewas adalah anggota pers asing. Sedikitnya 1.571 pekerja media juga terluka atau cedera dalam menjalankan tugasnya selama periode tersebut.

Dari 1.183 pekerja media yang ditahan, 427 masih menunggu pembebasannya. Empat wartawan yang terkait dengan Anadolu Agency juga kehilangan nyawa. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Temui Emir Qatar, Pemimpin Hamas Apresiasi Rekonsiliasi Negara Teluk
Serdadu Zionis Tembak Enam Pekerja Palestina di Tulkarem »