Penjajah ‘Israel’ Bersekongkol Muluskan Pembangunan 850 Unit Rumah di Permukiman Ilegal, Tepi Barat

12 January 2021, 19:14.
Foto: Arsip Issam Rimawi/Anadolu Agency

Foto: Arsip Issam Rimawi/Anadolu Agency

PALESTINA (Middle East Monitor) – Penjajah ‘Israel’ bersekongkol untuk memuluskan pembangunan 850 unit rumah di permukiman ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Panel rezim negara palsu itu dikondisikan untuk memberi lampu hijau pembangunan konstruksi ilegal pada pertemuan pekan depan, yang mencakup 500 rumah di permukiman ilegal Itamar, Beit El, Shavei Shomron, Oranit, dan Givat Ze’ev di wilayah Tepi Barat.

Angka ini juga mencakup lebih dari 100 unit di Tal Menashe, sebelah utara Tepi Barat.

“Kami di sini untuk tinggal. Kami terus membangun Tanah ‘Israel’!” tulis gembong zionis Benjamin Netanyahu di Facebook.

Perintah untuk memuluskan konstruksi ilegal muncul sepuluh hari sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Politisi oposisi ‘Israel’ Yair Lapid menggambarkan rencana permukiman ilegal itu sebagai “tidak bertanggung jawab” dan memperingatkan mereka akan menciptakan perpecahan baru dengan pemerintahan Biden.

Tahun lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjadi diplomat AS pertama yang mengunjungi permukiman kolonial di Tepi Barat, yang dianggap ilegal oleh hukum internasional.

Penjajah ‘Israel’ menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Baitul Maqdis Timur, pada tahun 1967.

Saat ini, lebih dari 450.000 pemukim Yahudi tinggal di permukiman ilegal; di wilayah yang merupakan rumah bagi lebih dari 2,8 juta orang Palestina. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« AS Bakal Masukkan Houthi ke Daftar Teroris, Save The Children: “Rakyat Yaman Makin Sulit Dapat Bantuan”
Yahudi Maroko Telah Lama Nantikan Normalisasi dengan Penjajah ‘Israel’ »