Yahudi Maroko Telah Lama Nantikan Normalisasi dengan Penjajah ‘Israel’

13 January 2021, 11:50.
Foto: Arabi21

Foto: Arabi21

MAROKO (Arabi21) – Sejak negara palsu ‘Israel’ dibentuk pada tahun 1948 – serta berakhirnya era Prancis dan Spanyol di Maroko pada tahun 1956 dan kemunduran Maroko tahun 1967 – banyak orang Yahudi Maroko bermigrasi ke ‘Israel’.

Mereka menetap di sana, hingga hari ini menjadi komunitas Yahudi terbesar di antara negara-negara Arab.

Yahudi Maroko yang tinggal di tengah masyarakat ‘Israel’ belakangan ini menjadi pembicaraan hangat setelah normalisasi antara negara asal mereka dengan penjajah ‘Israel’.

Banyak yang mempertanyakan peran Yahudi Maroko dan posisi besar mereka di dalam masyarakat ‘Israel’.

Migrasi orang-orang Yahudi Maroko ke ‘Israel’ dimulai dengan dukungan kolonialis Prancis secara bertahap. Namun, setelah Maroko memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1956, Raja Mohammed V mencegah migrasi tersebut.

Sebagai gantinya, Yahudi Maroko diberikan semua hak politik, sipil, dan ekonominya.

Meskipun demikian, migrasi berlanjut hingga 1961 secara diam-diam.

Ketika Muhammad V meninggal, dan digantikan oleh putranya, Hassan II, dimulailah fase baru migrasi Yahudi Maroko melalui “kesepakatan” antara Amerika, Prancis, dan ‘Israel’ di satu sisi, dan Maroko di sisi lain.

Kini, Maroko dan ’Israel’ telah menormalisasi hubungan. Saat ini, orang Yahudi di Maroko menikmati hubungan baik dengan otoritas resmi, dan beberapa dari mereka menduduki posisi penting, seperti Andre Azoulay yang menjadi penasihat Raja Mohammed VI.

Sementara orang-orang Yahudi Maroko lainnya bebas membuat perkumpulan dan bergabung di beberapa lembaga dan asosiasi, di dalam maupun di luar Maroko.

Seperti Dewan Komunitas ‘Israel’ di Maroko, yang sekretaris umumnya adalah Serge Berdigo seorang mantan Menteri Pariwisata Maroko, yang pada saat yang sama menjabat sebagai Presiden Majelis Dunia Yahudi Maroko.

Shimon Ouheon, mantan anggota Knesset yang mengepalai “Koalisi Imigran Maroko”, mengatakan: “Maroko dikenal sebagai negara yang memiliki hubungan persahabatan dengan orang-orang Yahudi, termasuk para pengunjung ‘Israel’. Dan segera setelah perjanjian Abraham dimulai, akan semakin jelas bahwa Maroko akan sejalan.”

Aryeh Deri, menteri negara palsu ‘Israel’ dan kepala partai religius “Shas” dari Yahudi Timur, yang lahir di kota Maroko di Meknes, mengatakan: “Kami yang lahir di Maroko, telah menunggu hari ini dalam waktu yang lama.” (Arabi21)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah ‘Israel’ Bersekongkol Muluskan Pembangunan 850 Unit Rumah di Permukiman Ilegal, Tepi Barat
Kelompok HAM B’Tselem: “Diskriminasi Terbuka Ala Rezim Apartheid ‘Israel’ Kian Mencengkeram” »