Pemuda Baitul Maqdis Meninggal Akibat Pengabaian Medis Selama Ditawan

13 January 2021, 17:25.
Sumber: Palinfo

Sumber: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Tawanan asal Baitul Maqdis yang dibebaskan, Muhammad Salah al-Din (20 tahun), dari kota Hizma, timur laut Baitul Maqdis, meninggal dunia, Senin (11/1/2021) malam, akibat pengabaian medis di penjara pendudukan ‘Israel’.

Pada 8 Juli 2020, aparat penjara ‘Israel’ (IPS) mengumumkan bahwa tahanan Salah al-Din telah didiagnosis menderita kanker.

Ia dibebaskan bulan Agustus setelah kasusnya dibawa ke “pengadilan khusus” yang memutuskan untuk membebaskannya lebih awal karena kondisinya yang parah.

Sejak dibebaskan, dia dipindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain sebagai upaya pengobatan, hingga akhirnya wafat, Senin malam.

The Palestine Center for Prisoners Studies menyebut penjajah ‘Israel’ bertanggung jawab atas kematian Salah al-Din, sebagai akibat pengabaian terhadap penyakit kanker yang ia derita selama penahanannya.

Salah al-Din ditangkap pada April 2019 dan dijatuhi “hukuman” dua tahun penjara.

Setelah satu tahun dua bulan ditangkap, kesehatannya menurun. Tangan dan kakinya mulai bengkak. Dokter penjara hanya memberinya Acamol.

Pada perkembangannya, kondisi kesehatan Salah al-Din kian memburuk dan dia tak dapat lagi menahan rasa sakit. Situasi ini memaksa IPS untuk memindahkannya ke klinik penjara Ramla.

Di Ramla, tes membuktikan bahwa dia menderita kanker pada stadium lanjut akibat tidak dirawat pada stadium awal.

Sekira 700 tawanan di penjara pendudukan berada dalam kondisi sakit. 300 di antaranya menderita penyakit kronis dan lebih dari sepuluh orang mengidap kanker. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kelompok HAM B’Tselem: “Diskriminasi Terbuka Ala Rezim Apartheid ‘Israel’ Kian Mencengkeram”
Puluhan Ribu Orang Teken Petisi Kecam Apartheid Medis Penjajah ‘Israel’ »