550 Rumah Darurat di Kamp Nayapara Terbakar, 3.500 Muhajirin Rohingya Kehilangan Tempat Tinggal

16 January 2021, 17:32.
Muhajirin Rohingya mencari barang-barang mereka setelah terjadinya kebakaran di kamp Muhajirin Nayapara di Teknaf pada 14 Januari 2021. (CNN)

Muhajirin Rohingya mencari barang-barang mereka setelah terjadinya kebakaran di kamp Muhajirin Nayapara di Teknaf pada 14 Januari 2021. (CNN)

BANGLADESH (CNN) – Telah terjadi kebakaran di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh pada hari Kamis (14/1/2021) yang menghanguskan sebanyak 550 rumah darurat.

Dilansir Reuters pada Jumat (15/1/2021), UNHCR menjelaskan bahwa sekira 3.500 Muhajirin Rohingya kehilangan tempat tinggal di Kamp Nayapara akibat kebakaran itu.

Sebanyak 150 toko dan fasilitas umum seperti kamar mandi pun ikut hangus ditelan si jago merah.

Meski tidak ada korban jiwa, namun setidaknya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Begitu api berhasil dipadamkan, para Muhajirin Rohingya bergegas mengais sisa-sisa barang di bawah reruntuhan kamp yang terbakar.

“Semua orang menangis. Mereka kehilangan barang-barangnya. Semuanya hangus terbakar,” kata seorang Muhajirin Rohingya, Mohammed Arakani.

UNHCR menyatakan mereka saat ini memberikan bantuan tenda darurat, bahan bangunan, pakaian musim dingin, makanan, dan obat-obatan bagi para Muhajirin Rohingya yang menjadi korban kebakaran.

“Aparat keamanan tengah menyelidiki asal muasal terjadinya kebakaran,” demikian isi keterangan UNHCR.

Direktur lembaga kemanusiaan Save the Children’s di Bangladesh, Onno van Manen, menyatakan bahwa peristiwa kebakaran ini semakin membuat para Muhajirin Rohingya kesulitan.

Perwakilan pemerintah Bangladesh yang menangani para Muhajirin Rohingya, Mohammed Shamsud Douza, menyatakan bahwa petugas membutuhkan waktu dua jam untuk memadamkan api.

Sebab, mereka juga harus berhati-hati terhadap ancaman ledakan tabung gas di tempat penampungan yang terbakar.

Lebih dari satu juta warga Rohingya mengungsi ke wilayah Cox’s Bazar di Bangladesh pada tahun 2017 untuk menyelamatkan diri dari kekerasan dan persekusi yang dilakukan oleh serdadu dan kelompok radikal di Myanmar.

Menurut hasil penyelidikan PBB, aparat Myanmar terbukti melakukan upaya genosida terhadap etnis minoritas Rohingya.

Setelah 3 tahun, pemerintah Bangladesh menyatakan kesulitan menampung dan mengurus para Muhajirin Rohingya di Cox’s Bazar.

Pemerintah lantas secara bertahap memindahkan para Muhajirin Rohingya ke pulau terpencil Bhasan Char dalam beberapa pekan belakangan.

Saat ini, sudah 3.000 lebih Muhajirin Rohingya yang direlokasi ke pulau yang rentan terkena bencana alam tersebut.

Proses pemindahan Muhajirin Rohingya itu ditentang oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, karena kurang transparan dan diduga ada pemaksaan. (CNN)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Setelah Hujan Lebat, Tenda-tenda Pengungsian di Suriah Barat Laut Rusak
VIDEO – Kecam Penjajah Zionis, Pandangan Pangeran Turki Al-Faisal Bangkitkan Memori tentang Sikap Teguh Raja Faisal »