Kebakaran Besar Melanda Pelabuhan Islam Qala Afghanistan, 500 Kapal Tanker Ludes

15 February 2021, 18:39.
Seorang petugas pemadam kebakaran berjalan di tengah puing-puing kapal tanker setelah kebakaran besar di Pelabuhan Islam Qala di pinggiran Herat, perbatasan antara Afghanistan dan Iran pada 14 Februari 2021. [HOSHANG HASHIMI / AFP via Getty Images]

Seorang petugas pemadam kebakaran berjalan di tengah puing-puing kapal tanker setelah kebakaran besar di Pelabuhan Islam Qala di pinggiran Herat, perbatasan antara Afghanistan dan Iran pada 14 Februari 2021. [HOSHANG HASHIMI / AFP via Getty Images]

AFGHANISTAN (Middle East Monitor) – Kebakaran besar melanda sebagian besar pelabuhan Islam Qala, yang terletak di sekitar perbatasan Afghanistan dan Iran, Sabtu (13/2/2020).

Kebakaran di pelabuhan yang terletak 120 kilometer (75 mil) dari kota Herat, itu diperkirakan menyebabkan kerugian finansial setidaknya $50 juta, lapor Anadolu Agency.

Jailani Farhad, juru bicara Provinsi Herat, mengatakan kebakaran dapat diatasi oleh pemadam kebakaran Herat bekerja sama dengan brigade pemadam kebakaran Iran.

Taksiran dampak kebakaran dan penyelidikan penyebab kebakaran sedang dilakukan.

Gubernur Syed Abdul Waheed Qitali mengatakan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran, namun sejumlah orang mengalami luka bakar dan sedang dalam perawatan.

Dia berterima kasih kepada pemadam kebakaran Iran karena membantu upaya mengendalikan kobaran api.

Younus Qazizada, Kepala Kamar Dagang dan Investasi Herat, memperkirakan sedikitnya 500 kapal tanker minyak telah habis terbakar.

Sementara kerugian finansial yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut bisa mencapai sekitar $50 juta.

Afghanistan mengandalkan produk minyak yang diimpor dari Iran dan negara-negara Asia Tengah, yang biasanya dibawa ke negara itu dari Pelabuhan Islam Qala. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Belasan Juta Penduduk Suriah Berada dalam Kondisi Rawan Pangan
Serdadu Zionis Ultimatum Pembongkaran Belasan Rumah Warga Palestina di Nablus »