Rezim Assad Rebut 44 Ribu Hektar Lahan Pertanian Warga Suriah, Dilego untuk Biayai Serdadu

16 February 2021, 18:57.
Suasana rumah dan tempat kerja yang rusak setelah serangan artileri oleh rezim Assad dan serdadu rezim yang terdiri dari kelompok asing yang didukung Iran, di dekat Desa al-Bara yang terletak di dekat jalan raya M4 di Idlib, Suriah pada 11 Februari 2021. Tujuh warga sipil terluka akibat serangan itu. (Ahmet Hatib - Anadolu Agency)

Suasana rumah dan tempat kerja yang rusak setelah serangan artileri oleh rezim Assad dan serdadu rezim yang terdiri dari kelompok asing yang didukung Iran, di dekat Desa al-Bara yang terletak di dekat jalan raya M4 di Idlib, Suriah pada 11 Februari 2021. Tujuh warga sipil terluka akibat serangan itu. (Ahmet Hatib – Anadolu Agency)

SURIAH (Middle East Monitor) – Rezim Suriah secara paksa merebut tanah dan bangunan warga sipil yang menentang rezim, lalu menjualnya di pelelangan umum rekayasa.

Fakta tersebut diungkapkan Syrian Network for Human Rights (SNHR) dalam sebuah laporan.

Menurut laporan SNHR, rezim Suriah sejauh ini telah merebut setidaknya 44.000 hektar (440 kilometer persegi) lahan pertanian di pinggiran kota Hama dan Idlib, setelah mengambil kendali atas wilayah itu.

“Rezim Suriah telah menggunakan berbagai bentuk teror dan penindasan terhadap para pengunjuk rasa anti-rezim, serta merebut tanah dan bangunan mereka sebagai bentuk ‘hukuman’. Sementara pada saat yang sama, keuntungan materi didistribusikan kembali untuk membiayai ‘layanan keamanan’ dan milisi lokal,” kata SNHR.

SNHR menjelaskan bahwa Majelis Rakyat pro-rezim telah memberlakukan sejumlah undang-undang yang memungkinkan rezim Assad merebut dan menjual bangunan para penentangnya; yang mengusung dimensi pembalasan terang benderang.

Sejumlah pemilik tanah mengatakan kepada SNHR bahwa tanah dan tanaman mereka telah disita tanpa kompensasi apa pun, kemudian dijual dalam lelang penuh rekayasa.

Suriah telah dilanda perang sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak pengunjuk rasa secara brutal.

Ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari sepuluh juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penerobosan Pemukim Ilegal Kian Gencar, Hamas Serukan Kaum Muslimin Tingkatkan Kehadiran di Al-Aqsha
Seorang Anak Palestina Terluka Akibat Ledakan Granat Stun di Kamp Muhajirin Aqbat Jabr »