Turki Akan Terus Berjuang Hancurkan Terorisme

17 February 2021, 22:01.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

TURKI (Anadolu Agency) – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Rabu (17/2/2021) kembali menegaskan bahwa negara itu bertekad untuk sepenuhnya menghancurkan terorisme.

“Kami akan terus berjuang sepenuh hati sampai kami menghancurkan terorisme dan sepenuhnya menghilangkan masalah teror di negara ini,” kata Erdogan pada kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara.

Bersumpah untuk melindungi negara dari Fetullah Terrorist Organization (FETO), PKK, dan ISIS, Erdogan mengkritik pemimpin oposisi utama Turki, Kemal Kilicdaroglu, atas pernyataannya tentang pembunuhan 13 warga Turki oleh PKK baru-baru ini di Irak utara.

“Belasan jenazah ditemukan di wilayah Gara selama Operasi Claw-Eagle 2,” kata Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar.

Pasukan Turki melancarkan operasi pada 10 Februari untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali posisi yang digunakan untuk melakukan serangan teror lintas batas di Turki.

Operasi Claw-Tiger dan Claw-Eagle dimulai Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.

Mengenai kritik Kilicdaroglu, Erdogan berkata: “Mereka yang tidak mampu mengecam organisasi teroris separatis [PKK] (dengan maksud) agar tidak merugikan mitra aliansi [Peoples’ Democratic Party (HDP)] sesungguhnya tidak dapat berbicara tentang kemanusiaan.”

Pemerintah Turki menyebut HDP berkaitan dengan kelompok teror PKK.

“Kami melakukan perjuangan melawan terorisme untuk rakyat kami, dengan dukungan dari rakyat kami, meskipun mereka adalah pendukung organisasi teror separatis [PKK],” tambah Erdogan.

Dalam lebih dari 30 tahun operasi terornya melawan Turki, PKK – yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang kandas pada 15 Juli 2016, di mana 251 orang tewas dan hampir 2.200 terluka.

Turki adalah salah satu negara pertama yang mendeklarasikan ISIS sebagai kelompok teror pada tahun 2013.

Turki telah diserang beberapa kali oleh ISIS, yakni sedikitnya 10 bom bunuh diri, tujuh serangan bom, dan empat serangan bersenjata.

Serangan-serangan itu menewaskan 315 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sebagai tanggapan, Turki meluncurkan operasi anti-teror di dalam dan luar negeri untuk mencegah serangan lebih lanjut. (Anadolu Agency)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ayah dan Anak Tewas di Aleppo Setelah Ditembak Orang Tak Dikenal
Klaim Demi “Keamanan”, Penjajah Zionis Gencarkan Pemasangan Kamera Pengintai »