Sejumlah Organisasi Malaysia Kecam Pembunuhan Brutal 13 Warga Turki oleh Kelompok PKK

20 February 2021, 17:45.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

MALAYSIA (Anadolu Agency) – Sejumlah organisasi Malaysia mengecam pembunuhan brutal 13 warga Turki oleh kelompok teroris PKK di Irak utara.

The Malaysian Consultative Council of Islamic Organizations (MAPIM), sebuah kelompok payung dari puluhan LSM, Selasa (16/2/2021) malam, menyatakan eksekusi biadab terhadap warga sipil telah mengabaikan hukum internasional secara total.

Kelompok itu menyerukan penyelidikan independen agar para pelakunya segera diadili.

Mohd Azmi Abdul Hamid, ketua dewan, mengatakan bahwa operasi militer lintas batas Turki melawan PKK di Irak dan Suriah adalah hak Ankara guna mengamankan diri dari serangan lintas batas.

“Kami mendukung keteguhan Turki untuk memerangi terorisme dan kekuatan asing yang mencoba merusak kedaulatan Turki,” tambahnya.

Dia menolak pendekatan kekerasan oleh kelompok PKK untuk mengganggu perdamaian di Turki sembari terus menuntut pemisahan diri.

The Muslim Youth Movement Malaysia (ABIM) juga mengutuk pembunuhan tersebut.

“Ini adalah salah satu dari rangkaian kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil Turki oleh PKK, yang telah dicap sebagai organisasi teroris di tingkat internasional”.

“PKK telah mempromosikan kekerasan, dan ditolak oleh komunitas Kurdi sendiri,” kata Muhammad Faisal Abdul Aziz, ketua gerakan itu.

Menyoroti penculikan anak-anak oleh PKK untuk dijadikan teroris, Abdul Azis meminta masyarakat internasional tegas menolak gerakan kekerasan yang diorganisir oleh PKK dan aliansinya.

Movement for An Informed Society Malaysia (WADAH), menggarisbawahi fakta bahwa bungkamnya publik internasional, termasuk dunia barat, atas pembantaian PKK memang terlihat nyata.

Ahmad Azam Abdul Rahman, ketua kelompok itu, menegaskan bahwa Turki memiliki hak untuk membela diri dari serangan lintas batas PKK terhadap militer dan warga sipil.

Pimpinan Palestinian Culture Organization of Malaysia juga menyatakan solidaritas penuh terhadap rakyat dan pemerintah Turki di masa-masa sulit ini.

“Pembunuhan warga sipil adalah kejahatan keji yang tidak boleh ditoleransi. Turki memiliki hak penuh untuk melindungi rakyat dan keamanannya dari tindakan semacam itu. Pelaku harus dibawa ke pengadilan,” kata Muslim Imran.

Jaringan Alumni Turki Malaysia, yang mewakili sejumlah besar lulusan Malaysia dari universitas di Turki, juga mengutuk kejahatan mengerikan dan tindakan terorisme yang dilakukan PKK.

“Kami semua bersimpati dan ikut merasakan penderitaan rakyat Turki,” kata jaringan alumni tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Duta Besar Turki untuk Malaysia Merve Kavakci.

Kavakci berkata: “Kami bersyukur melihat dukungan yang tak tergoyahkan dari komunitas internasional.”

“Di antaranya adalah rakyat Malaysia, yang berdiri dalam solidaritas yang kuat dengan rakyat Turki,” tambahnya.

Ia menyebut beberapa organisasi dari Malaysia, seperti MAPIM, ABIM, dan WADAH; yang telah menunjukkan solidaritasnya selama masa-masa sulit ini.

Jaringan Alumni Turki Malaysia menyuarakan belasungkawa dan do’a kepada keluarga dari 13 warga negara Turki yang dibunuh, serta kepada semua orang Turki karena kehilangan sesama warganya.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Ahad (14/2/2021), mengatakan jenazah 13 warga Turki ditemukan selama Operasi Claw-Eagle 2, operasi kontra-terorisme Turki di Irak Utara.

Pasukan Turki melancarkan operasi pada 10 Februari untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali posisi yang digunakan untuk melakukan serangan teror lintas batas di Turki.

Operasi Claw-Tiger dan Claw-Eagle diluncurkan Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.

Dalam lebih dari 30 tahun operasi terornya melawan Turki, PKK – yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. (Anadolu Agency)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas: “Serdadu Zionis yang Ditawan Hanya Akan Dilepas Melalui Kesepakatan Pertukaran”
Kelompok HAM Desak Malaysia Batalkan Rencana Deportasi Ribuan Warga Myanmar »