Turki Kritik Standar Ganda Uni Eropa: “Bantu Pengungsi di Yunani, Abaikan Jutaan Muhajirin di Turki”

24 February 2021, 04:27.
Foto: Halil Sagirkaya/Anadolu Agency

Foto: Halil Sagirkaya/Anadolu Agency

TURKI (Middle East Monitor) – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Senin (22/2/2021), mengkritik standar ganda Uni Eropa (UE).

UE mendukung Yunani dalam masalah pengungsi, tetapi tidak memikul tanggung jawab untuk empat juta Muhajirin yang ditampung oleh Turki, Anadolu Agency melaporkan.

Berbicara pada konferensi migrasi di sebuah universitas di Provinsi Aegean Izmir, Erdogan mengatakan: “Meskipun UE memberi Yunani €3 miliar [$3,65 miliar] untuk 100.000 pengungsi, mereka tidak memikul tanggung jawab untuk empat juta pengungsi di Turki.”

Erdogan menambahkan bahwa Muhajirin di sepanjang perbatasan Turki-Yunani telah dianiaya secara terbuka oleh pasukan keamanan Yunani.

Pada tahun 2020 saja, Penjaga Pantai Yunani telah melakukan 9.000 kasus penolakan ilegal terhadap Muhajirin di Laut Aegea.

Dunia juga seolah tidak tahu dan tidak mau tahu di mana dan siapa saja yang menculik puluhan ribu anak Suriah yang mencari perlindungan di Eropa; yang kini menghilang.

Erdogan mengatakan bahwa sekitar 85% populasi pengungsi dunia tidak ditampung oleh negara-negara kaya, tetapi oleh negara-negara yang kurang berkembang.

“Menurut angka dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, hanya 39.500 dari 1,4 juta pengungsi yang menunggu untuk ditempatkan di negara ketiga di dunia pada tahun 2020 yang telah dipindahkan ke 25 negara barat,” katanya.

Selama lebih dari 500 tahun, orang-orang Turki telah menyambut Muhajirin; menerima pengungsi dari berbagai budaya dan agama.

Erdogan menambahkan: “Kami tidak menolak siapa pun yang datang ke perbatasan kami karena identitas etnis, agama, budaya, watak, atau sekte mereka.”

Mengkritik dukungan AS untuk kelompok YPG, dia berkata: “Mereka (AS) tidak peduli dengan pengungsi, tetapi tetap berdiri bersama terorisme dan para pelaku teror.”
Turki mengategorikan YPG sebagai organisasi teroris.

Turki menampung hampir empat juta pengungsi, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia.

Turki telah menjadi titik transit utama bagi Muhajirin yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai kehidupan baru, terutama mereka yang menyelamatkan diri dari perang dan penganiayaan.

Berdasarkan kesepakatan Maret 2016, UE siap mengalokasikan €6 miliar untuk mendukung Muhajirin Suriah di Turki.

Namun Turki menyebut dana tersebut dialokasikan terlambat dan jumlahnya tidak lengkap. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bentrokan Pecah di Baitul Maqdis dan Bayt Lahm
Komite Al-Quds Universitas Yarmouk Segera Gelar Daurah tentang Upaya Nyata Lindungi Baitul Maqdis »