Bangladesh Tolak Menampung 81 Muhajirin Rohingya yang Diselamatkan di Laut Andaman

28 February 2021, 19:39.

INDIA (Reuters) – 81 Muhajirin Rohingya yang baru saja ditemukan terdampar di tengah Laut Andaman, kembali mengalami situasi sulit.

Bangladesh, yang menjadi tempat utama pengungsian, menolak menampung mereka.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Bangladesh, A.K. Abdul Momen, yang menyampaikan bahwa negaranya tak memiliki kewajiban menampung Muhajirin Rohingya tersebut.

“Faktanya, mereka bukan warga Bangladesh. Mereka adalah warga negara Myanmar. Mereka ditemukan 1.700 kilometer dari wilayah maritim Bangladesh, jadi kami tidak memiliki kewajiban untuk menampung mereka,” ujar Momen, dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu (27/2/2021).

Hari Jum’at lalu, 81 Muhajirin Rohingya ditemukan di Laut Andaman oleh penjaga pantai India, setelah banyak pihak – termasuk PBB – mendesak untuk dilakukan pencarian.

Para Muhajirin tersebut terdampar di sana selama dua pekan, berdesak-desakan di atas kapal, kehabisan bekal. Sampai-sampai delapan Muhajirin meninggal.

Momen menyarankan India untuk menampung para Muhajirin Rohingya tersebut. Sebab secara lokasi penemuan, mereka lebih dekat ke India. Tepatnya, 147 kilometer dari wilayah perairan India.

Pemerintah India, hingga berita ini ditulis, belum memberikan komentar. Hal itu membuat status 81 Muhajirin Rohingya tersebut kian tak jelas.

Secara hukum, India juga tidak memiliki kewajiban untuk menampung para pengungsi. Mereka tidak ikut menandatangani Konvensi Kepengungsian PBB tahun 1951.

Meski begitu, sejauh ini India sudah menampung kurang lebih 200 ribu pengungsi, termasuk Muhajirin Rohingya.

Bangladesh selalu menjadi lokasi utama bagi etnis Rohingya untuk menyelamatkan diri selama ini.

Terlebih, sejak pembantaian brutal yang dilakukan Myanmar pada tahun 2017 lalu, kurang lebih ada 1 juta Muhajirin menyelamatkan diri ke Bangladesh.

Kehidupan yang tak menentu di kamp pengungsian, membuat Muhajirin Rohingya menjadi sasaran empuk bagi para penjahat perdagangan manusia.

Banyak yang tergiur dengan bujuk rayu mereka, hingga para Muhajirin Rohingya rela mengeluarkan uang dan menempuh perjalanan berbahaya demi mencari kehidupan yang lebih baik. (Reuters)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Puluhan Muhajirin yang Terombang-ambing di Laut Andaman Berhasil Diselamatkan, Delapan Orang Meninggal
Terjebak di Pulau Kecil Usai Dipukuli Serdadu Yunani, 29 Pengungsi Dievakuasi Pasukan Turki »