Protes Meluas Usai Kudeta, Mengapa Dunia Bungkam Saat Genosida Rohingya Merajalela?

4 March 2021, 17:17.
Foto: Reuters

Foto: Reuters

oleh: Kenan Malik, seorang kolumnis Observer

MYANMAR (The Guardian | Sahabat Al-Aqsha) – Sudah sebulan lebih aksi protes massal tumpah di jalanan Myanmar, sejak junta militer Myanmar melakukan kudeta pada tanggal 1 Februari terhadap rezim sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Yangon sebagai ibu kota Myanmar lumpuh. Para pegawai negeri, guru, pelajar, sampai sopir bus dan buruh pabrik pun turun serentak melakukan protes.

Mobil sengaja diparkir untuk menutup jalanan. Bahkan tersiar kabar, sebagian polisi ikut dalam aksi.

Aksi perlawanan ini terus meluas sampai skala nasional. Bahkan berbagai dukungan pun menggema dari dunia internasional.

Hampir semua sepakat bahwa kesewenangan Tatmadaw (militer Myanmar) tak boleh dibiarkan.

Namun, sebuah pertanyaan besar menyeruak. Di mana aksi protes massal dan perlawanan serupa dalam empat tahun ini, setelah Tatmadaw melakukan kejahatan genosida terhadap etnis minoritas Rohingya?

Ribuan nyawa dibantai, desanya dibumihanguskan, perempuannya dicampakkan kehormatannya, hingga ratusan ribu warga Rohingya terpaksa menyelamatkan diri ke negeri tetangga.

Muslim Rohingya, pribumi tanah Arakan (sekarang bernama Rakhine), merupakan etnis minoritas yang paling dipersekusi.

Junta militer telah membangun kebencian terhadap etnis Rohingya sejak berkuasa pada tahun 1962.

Hak-hak kewarganegaraan dicabut. Mereka dianggap sebagai orang asing, imigran ilegal oleh pemerintah Myanmar.

Hingga puncaknya pada tahun 2017, operasi militer – yang oleh PBB dinyatakan sebagai upaya genosida – dilancarkan terhadap kaum minoritas tersebut.

Yang terjadi setelahnya, hanya sikap abai baik dari populasi mayoritas maupun para aktivis demokrasi.

Bahkan Aung San Suu Kyi dan jajarannya justru memberikan pembelaan dan pembenaran atas apa yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya, termasuk ketika sidang audiensi di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 2019.

Jadi, di mana aksi protes massal yang sama seperti yang dunia saksikan saat ini? (The Guardian | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Alat Pemanas Meledak di Dalam Tenda, Muhajirin Suriah Kehilangan Tempat Bernaung
Februari 2021, Penjajah Zionis ‘Israel’ Hancurkan 20 Bangunan di Baitul Maqdis »