Turki Bangun Kembali Rumah Sakit Lapangan dan 4.620 Rumah Darurat di Cox’s Bazar

5 April 2021, 10:03.
Turki akan membangun kembali Rumah Sakit Lapangan dan tempat penampungan yang dihancurkan oleh api dan menyediakan makanan panas. Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Turki akan membangun kembali rumah sakit lapangan dan tempat penampungan yang dihancurkan oleh api dan menyediakan makanan panas. Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

BANGLADESH (Anadolu Agency) – Sebagaimana tahun 2017 ketika krisis Rohingya meletus sampai Bangladesh, Turki kembali menjadi negara pertama yang memberikan bantuan setelah kebakaran besar melanda kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar (22/3/2021).

Total 26 orang utusan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pembangunan Turki tiba di Bangladesh lima hari setelah terjadinya musibah tersebut.

PBB menyebut kebakaran besar mengakibatkan 15 korban jiwa, 560 orang terluka, 400 orang menghilang, dan 10.000 gubuk milik muhajirin Rohingya hangus menjadi abu.

Api ikut melahap rumah sakit (RS) lapangan bantuan dari pemerintah Turki, yang telah beroperasi sejak tahun 2018.

“Saya melihat api telah membakar habis semua peralatan medis dan infrastruktur fisik rumah sakit. Kami beruntung tidak ada yang terluka di rumah sakit itu,” kata Osman Turan, Duta Turki untuk Bangladesh kepada kantor berita Anadolu Agency.

Rumah sakit lapangan Turki itu telah memberikan 1.000 pelayanan medis setiap harinya, dengan total pasien 512.101 orang, sebelum pada akhirnya berhenti akibat kebakaran.

“Yang mendapat manfaatnya, 70% adalah warga Rohingya dan 30% warga setempat (Bangladesh),” jelas Turan.

Sukru Yorulmaz dari Kementerian Kesehatan Turki menyebutkan, “Kali ini kami menggunakan material termutakhir untuk infrastruktur rumah sakit agar membuatnya lebih tahan lama.”

Ia melanjutkan, “Setelah pengerjaan selesai, kami bisa memberikan pelayanan berkualitas kepada lebih banyak orang dibanding sebelumnya.”

“Kami perkirakan, pelayanan darurat sudah bisa dilakukan pekan depan, dan secara bertahap semua layanan lainnya bisa menyusul,” kata Salih Altinay, Kepala Urusan Luar Negeri di Kementerian Kesehatan Turki.

Selain itu, Turki juga akan mendirikan 4.620 rumah darurat dari bambu untuk ribuan muhajirin yang terdampak.

“Kami (juga) akan mulai membangun ulang rumah darurat (yang rusak akibat kebakaran) sesegera mungkin,” jelas Altinay.

Tak berhenti di situ, TIKA, Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki, membangun dapur umum skala besar bersama World Food Program (WFP); yang bertujuan memberikan makanan hangat untuk 25.000 muhajirin Rohingya, dua kali setiap harinya.

Sementara, LSM Turki IHH bahkan sejak awal bencana sudah menyediakan makanan hangat bagi ribuan muhajirin Rohingya

Lembaga kemanusiaan lainnya, Turkiye Diyanet Foundation juga akan membangun ulang masjid yang terbakar dan sejumlah besar sumur. Ditambah pembagian paket makanan, produk kebersihan, serta pakaian untuk anak-anak.

Bulan Sabit Merah Turki juga membagikan paket makanan kepada sekira 50.000 orang korban, berikut peralatan kesehatan dan memasak. (Anadolu Agency)

Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Gadis Rohingya, Samina (7) – salah satu korban penganiayaan rezim Myanmar – merupakan pasien tetap Rumah Sakit Lapangan Turki di kamp muhajirin Rohingya di selatan Bangladesh. Samina menyambut gembira pembangunan kembali rumah sakit lapangan di kamp tersebut. Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Gadis Rohingya, Samina (7) – salah satu korban penganiayaan rezim Myanmar – merupakan pasien tetap Rumah Sakit Lapangan Turki di kamp muhajirin Rohingya di selatan Bangladesh. Samina menyambut gembira pembangunan kembali rumah sakit lapangan di kamp tersebut. Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Foto: Md. Kamruzzaman – Anadolu Agency

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hanadi Halawani Peringatkan Agenda Berbahaya yang Mengancam Masjidil Aqsha Saat Ramadhan
Bagian Agenda Yahudisasi E1, Penjajah Zionis Gilas Lahan di Timur Laut Baitul Maqdis »