VIDEO – Dr Zakir Naik: Yang Terjadi di Xinjiang adalah Penyiksaan, Bukan “Pendidikan”

8 April 2021, 18:34.
Para imam dan pejabat rezim melintas di bawah kamera keamanan saat mereka meninggalkan Masjid Id Kah selama perjalanan yang diatur rezim di Kashgar, XUAR, 4 Januari 2019. Foto: RFA

Para imam dan pejabat rezim melintas di bawah kamera keamanan saat mereka meninggalkan Masjid Id Kah selama perjalanan yang diatur rezim di Kashgar, XUAR, 4 Januari 2019. Foto: RFA

SAHABAT AL-AQSHA – Perlakuan kejam dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang kian terkuak.

PBB mengatakan lebih dari satu juta orang Uyghur dan penduduk berbahasa Turki lainnya telah ditawan di jaringan kamp konsentrasi dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok HAM mengatakan warga Uyghur juga menjadi sasaran pelanggaran lain, termasuk pembatasan kebebasan beragama hingga dipaksa makan daging babi.

Terdapat bukti nyata pelanggaran HAM berat yang mencakup pembatasan kebebasan beragama, pengawasan massal, penahanan ekstra-yudisial berskala besar, hingga kerja paksa dan pengendalian kelahiran paksa, termasuk sterilisasi.

Cendekiawan Muslim, Dr Zakir Naik, menyorot tajam kezhaliman rezim komunis China terhadap Muslim di Xinjiang.

Ia menegaskan bahwa yang terjadi di Xinjiang bukanlah “pendidikan”, sebagaimana klaim rezim komunis China, melainkan penyiksaan.

Berikut kutipan paparan Dr Zakir Naik, yang diunggah Channel Dakwah Corner Bookstore.

——–

Muslim di Xinjiang, Muslim China, Muslim Uyghur,
Banyak dari mereka yang tidak diperbolehkan melaksanakan shalat.

Mereka tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an dan tidak diperbolehkan berpuasa. Mereka dipaksa makan selama bulan Ramadhan.

Beberapa dari mereka juga dipaksa minum alkohol selama bulan Ramadhan. Tak hanya dilarang berpuasa, tetapi juga dipaksa meminum alkohol.

Mereka disiksa, mereka dipaksa menikah dengan orang China non-Muslim.

Mereka dipaksa untuk tidak belajar bahasa Arab, mereka dipaksa untuk tidak tahu tentang dien, tentang Islam.

Kondisinya sedemikian rupa. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka berada di kamp konsentrasi.

Orang-orang yang tidak setuju dengan agama Islam dan gaya hidup Muslim, menempatkan mereka di kamp-kamp konsentrasi, yang mereka klaim sebagai kamp pendidikan.

Kepada dunia mereka menunjukkan seolah-olah mereka ingin mendidik, tetapi apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah penyiksaan.

Contoh kedua yang kita miliki adalah Myanmar, yang sebelumnya disebut Burma.

Bayangkan, wanita yang mendapat hadiah Nobel karena melawan ketidakadilan, mendapat hadiah Nobel untuk perdamaian, melawan militer untuk kebebasan dan dia mendapatkan kebebasan.

Kemudian, dia bekerja sama dengan militer dan menyiksa kaum Muslimin, yang merupakan minoritas.

Membakar puluhan ribu rumah kaum Muslim di Myanmar, lalu mengatakan mereka bukan bagian dari negara, lalu mengusir mereka.

Jutaan orang telah meninggalkan negara, berlindung di negara lain. Banyak pula yang masih bertahan. Penyiksaan yang dilakukan terhadap ummat Islam di Myanmar mengalir deras tidak tertahankan.

Jadi menurut saya, skenario terburuk kedua dalam konspirasi politik adalah konspirasi rezim Myanmar melawan Muslim Myanmar.

Mengusir mereka ke luar negeri, merampas hak kewarganegaraan mereka.

Dan apa yang Muslim lakukan? Sangat berat dan sangat sedikit negara yang membicarakannya. Apakah kita begitu lemah? (SAHABAT AL-AQSHA)

Video: Dr Zakir Speak about Muslims In China and Myanmar

Foto: Thomas Peter/Reuters

Foto: Thomas Peter/Reuters

Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Peta yang menunjukkan apa yang disebut “kamp pendidikan ulang” untuk Muslim Uyghur di Xinjiang, yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Peta yang menunjukkan apa yang disebut “kamp pendidikan ulang” untuk Muslim Uyghur di Xinjiang, yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Peta yang menunjukkan apa yang disebut “kamp pendidikan ulang” untuk Muslim Uyghur di Xinjiang, yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Peta yang menunjukkan apa yang disebut “kamp pendidikan ulang” untuk Muslim Uyghur di Xinjiang, yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Sumber: East Turkistan National Awakening Movement

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mengenang Nasihat Syaikh Abu Bakar Al-‘Awawidah (#1) – Kisah di Garis Depan Perjuangan Baitul Maqdis
Mengenang Nasihat Syaikh Abu Bakar Al-‘Awawidah (#2) – Sejarah Intifadhah, Apa dan Mengapa? »