Serdadu Rezim Assad Gencarkan Serangan ke Lingkungan Dara’a al-Balad

6 September 2021, 20:30.
Foto: Arsip AFP/Getty

Foto: Arsip AFP/Getty

SURIAH (Middle East Monitor) – Serdadu rezim Suriah, Ahad (5/9/2021) pagi, meningkatkan serangan ke lingkungan Dara’a al-Balad di barat daya Suriah, lapor Anadolu Agency.

Kelompok milisi Divisi 4, yang didukung Iran, menargetkan lingkungan itu dengan serangan intensif.

Demikian disampaikan Eymen Ebu Nokta, juru bicara Komunitas Kebebasan Horan, sebuah kelompok yang didirikan para aktivis dan wartawan dari Dara’a.

Mencermati bahwa serdadu rezim Assad terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai 1 September, dia mengatakan serangan rezim bertujuan untuk mengusir penduduk.

Ebu Nokta menambahkan bahwa senapan mesin, artileri mortir, tank, dan rudal grad digunakan dalam serangan-serangan itu.

Sejak 29 Juli, rezim Bashar al-Assad dan milisi yang didukung Iran telah meluncurkan operasi darat di lingkungan itu, yang memicu bentrokan yang menyebar ke seluruh pedesaan.

Dara’a al-Balad diblokade oleh pasukan rezim pada 25 Juni setelah penduduk, termasuk mantan anggota oposisi Suriah, menolak perintah untuk menyerahkan senjata ringan dan mengizinkan serdadu rezim untuk menggeledah rumah-rumah di daerah tersebut.

Komunitas Kebebasan Horan mengatakan bahwa selama pembicaraan mediasi yang dipimpin Rusia baru-baru ini dengan oposisi, serdadu rezim Assad menuntut agar penduduk dan kelompok oposisi bersenjata menyerahkan semua senjata ringan, serta mengizinkan penggeledahan rumah dan pendirian sembilan pos pemeriksaan di lingkungan tersebut.

Tuntutan tersebut ditolak secara tegas oleh Pusat Rekonsiliasi yang berbasis di Dara’a, yang bernegosiasi atas nama penduduk.

Penolakan itu mendorong rezim untuk melakukan serangan baru di kota yang terkepung.

Dara’a, yang merupakan bagian dari Negeri Syam, dikenal sebagai tempat pecahnya revolusi Suriah.

Wilayah ini adalah rumah bagi 40.000 penduduk dan merupakan kubu mujahidin hingga 2018.

Di Dara’a, terdapat daerah Busra – tempat yang didatangi Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam saat beliau kecil lalu bertemu dengan pendeta Buhairah.

Suriah telah dilanda perang berkepanjangan sejak awal 2011 ketika rezim Assad menindak secara brutal warga sipil yang berunjuk rasa mendesak perubahan. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tiga Warga Palestina Ditemukan Tewas di Dalam Terowongan Gaza
Qatar Kecam Serangan Serdadu Rezim Assad di Daerah Dara’a »