Serdadu Zionis Tangkap Ayah dan Keluarga Tawanan yang Lolos dari Penjara Gilboa

9 September 2021, 11:29.
Foto: Nedal Eshtaya/Anadolu Agency

Foto: Nedal Eshtaya/Anadolu Agency

PALESTINA (Middle East Monitor) – Serdadu zionis ‘Israel’, Selasa (7/9/2021) malam, menangkap beberapa anggota keluarga dari enam tawanan Palestina yang berhasil lolos dari Penjara Gilboa.

Menurut Perhimpunan Tawanan Palestina, gerombolan serdadu menerobos dan menggeledah rumah-rumah warga Palestina di Arabbuna, utara Kota Jenin, Tepi Barat terjajah, yang merupakan daerah asal para tawanan.

Mereka menangkap empat anggota keluarga Mahmud Abdullah ‘Aridhah, yang dituduh penjajah ‘Israel’ sebagai dalang lolosnya keenam tawanan.

Serdadu bersenjata berat juga menangkap Yacoub Infaat, ayah dari tawanan yang lolos, setelah menerobos rumahnya di Ya’bad, di sebelah barat Jenin.

Menurut kantor berita Wafa, penahanan seorang petugas di Unit Pengaduan Kementerian Kesehatan Palestina, mendorong Menteri Mai Al-Kaila mengecam penahanannya dan interogasi atas keluarganya.

“Penjajah secara sengaja melakukan kekerasan terhadap rakyat Palestina; itu melanggar norma, hukum, dan konvensi internasional,” kata Al-Kaila.

Dia meminta semua organisasi HAM untuk secepatnya turun tangan memastikan pembebasan petugas tersebut.

Serdadu zionis dari berbagai unit bekerja pontang-panting sepanjang waktu untuk mencari keenam tawanan yang lolos.

Situs berita Walla mengatakan bahwa sejumlah besar serdadu dikerahkan ke daerah Bisan, di mana Penjara Gilboa berada, dan lebih dari 260 pos pemeriksaan baru telah didirikan di berbagai wilayah.

“Unit khusus” juga dikerahkan dalam operasi pencarian, yang juga melibatkan anjing pelacak dan dukungan udara. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas: “Enam Tawanan yang Lolos dari Penjara Gilboa Harus Dilindungi“
Setelah 6 Orang Lolos, Serdadu Zionis Gencarkan Tekanan terhadap Tawanan Palestina di Penjara Gilboa »