Serdadu Rezim Assad Masuki Daerah Dara’a Al-Balad di Barat Daya Suriah

11 September 2021, 09:09.
Kendaraan militer milik pasukan koalisi Rusia dan Suriah berada di Distrik Dara’a al-Balad, di provinsi selatan Suriah, Dara’a, pada 24 Agustus 2021. [Sam Hariri/AFP via Getty Images]

Kendaraan militer milik pasukan koalisi Rusia dan Suriah berada di Distrik Dara’a al-Balad, di provinsi selatan Suriah, Dara’a, pada 24 Agustus 2021. [Sam Hariri/AFP via Getty Images]

SURIAH (Middle East Monitor) – Serdadu rezim Suriah, Rabu (8/9/2021), memasuki lingkungan Dara’a al-Balad, di wilayah barat daya Suriah, lapor Anadolu Agency.

Sumber setempat mengatakan bahwa serdadu rezim Assad mendatangi lingkungan itu untuk menjajaki lokasi penempatan serdadu guna memeriksa identitas penduduk.

Serdadu telah mengumpulkan 130 senjata api dari penduduk setempat.

Pada 1 September, serdadu rezim Suriah dan Pusat Rekonsiliasi yang berbasis di Dara’a – yang bernegosiasi atas nama penduduk, mencapai kesepakatan berupa penyerahan beberapa senjata ringan kepada serdadu rezim dan pendirian beberapa pos pemeriksaan.

Akan tetapi, serdadu rezim telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Mereka bersikeras ingin mengumpulkan semua senjata ringan dan mendirikan sembilan pos pemeriksaan.

Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serdadu rezim Suriah melarang Brigade ke-8—pasukan Suriah yang dilatih Rusia—untuk memasuki Dara’a al-Balad dan daerah sekitarnya berdasarkan kesepakatan.

Blokade Rezim Assad

Sejak 29 Juli, rezim Bashar al-Assad dan milisi yang didukung Iran telah meluncurkan operasi darat di lingkungan itu, yang memicu bentrokan yang menyebar ke seluruh pedesaan.

Dara’a al-Balad diblokade oleh pasukan rezim pada 25 Juni setelah penduduk, termasuk mantan anggota oposisi Suriah, menolak perintah untuk menyerahkan senjata ringan dan mengizinkan serdadu rezim untuk menggeledah rumah-rumah di daerah tersebut.

Komunitas Kebebasan Horan mengatakan bahwa selama pembicaraan mediasi yang dipimpin Rusia baru-baru ini dengan oposisi, serdadu rezim Assad menuntut agar penduduk dan kelompok oposisi bersenjata menyerahkan semua senjata ringan, serta mengizinkan penggeledahan rumah dan pendirian sembilan pos pemeriksaan di lingkungan tersebut.

Tuntutan tersebut ditolak secara tegas oleh Pusat Rekonsiliasi yang berbasis di Dara’a, yang bernegosiasi atas nama penduduk.

Penolakan itu mendorong rezim untuk melakukan serangan baru di kota yang terkepung.

Dara’a, yang merupakan bagian dari Negeri Syam, dikenal sebagai tempat pecahnya revolusi Suriah.

Wilayah ini adalah rumah bagi 40.000 penduduk dan merupakan kubu mujahidin hingga 2018.

Di Dara’a, terdapat daerah Busra – tempat yang didatangi Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam saat beliau kecil lalu bertemu dengan pendeta Buhairah.

Suriah telah dilanda perang berkepanjangan sejak awal 2011 ketika rezim Assad menindak secara brutal warga sipil yang berunjuk rasa mendesak perubahan. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Terobos Masjidil Aqsha, Serdadu Zionis Bubarkan Unjuk Rasa Dukung Tawanan Palestina
Empat Tawanan Palestina yang Lolos dari Penjara Gilboa Kembali Disekap Penjajah Zionis »