SNHR: “Sejak 2011, 801 Warga Sipil Tewas Akibat 174 Serangan terhadap Toko Roti di Suriah”

18 September 2021, 19:46.

Berita 2507 (18 September 2021).jpg - SNHR

SURIAH (SNHR | Middle East Monitor) – Sebanyak 801 warga Suriah tewas akibat serangan yang menargetkan setidaknya 174 toko roti di Suriah sejak Maret 2011.

Hal tersebut diungkap Syrian Network for Human Rights (SNHR) dalam laporan yang dirilis Jum’at (17/9/2021).

SNHR, yang berbasis di Paris, mengatakan 149 serangan, sekira 85 persen dari 174 serangan, dilakukan oleh aliansi Suriah-Rusia.

Dari 174 serangan, rezim Suriah bertanggung jawab atas 99 serangan, sementara serdadu Rusia melakukan 50 serangan.

Serangan yang tersisa dilakukan oleh sejumlah pihak; termasuk pasukan koalisi pimpinan AS, ISIS, dan pihak lainnya.

Dari 801 warga yang tewas, serangan pasukan rezim Suriah mengakibatkan 685 kematian, dan Rusia 47 kematian.

Tercatat 109 anak-anak dan 70 wanita termasuk di antara mereka yang terbunuh.

Laporan setebal 21 halaman tersebut mencatat bahwa serangan terhadap toko roti menyebabkan antrean panjang berjam-jam di luar toko roti yang masih berfungsi; yang justru dieksploitasi oleh rezim Suriah dan Rusia yang menyalahkan Barat atas krisis Suriah.

SNHR mencatat, pada tahun 2019 terjadi serangan terbanyak terhadap toko roti sebesar 28%.

Provinsi barat laut Suriah, Idlib dan Aleppo, menjadi sasaran gempuran paling intens, masing-masing sekira 46 persen dan 26 persen.

Halangi Pasokan Bahan Baku Roti 

SNHR mencatat bahwa rezim Suriah tidak hanya menargetkan toko roti di daerah yang lepas dari kendalinya, tetapi juga mencegah bahan baku (tepung) masuk ke daerah yang dikepung.

Hukum humaniter internasional jelas melarang penargetan fasilitas dan objek sipil.

Hukum HAM internasional juga menetapkan tanggung jawab negara untuk mengamankan standar hidup yang memadai bagi warganya.

Jangankan menjalankannya, rezim Suriah justru menjadi penyebab utama anjloknya kemampuan rakyat untuk mengakses berbagai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama roti, makanan pokok di Suriah.

Rezim Suriah gagal total di bawah Perjanjian Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Ekonomi, khususnya dalam mengamankan makanan pokok bagi warganya.

SNHR menambahkan bahwa semua pihak yang melakukan serangan, yang tercatat dalam laporan tersebut, telah melanggar aturan hukum humaniter internasional.

Laporan tersebut diakhiri dengan merekomendasikan masyarakat internasional segera memperbarui dan memperkuat tekanan pada Dewan Keamanan PBB untuk menyeret kasus di Suriah ke Pengadilan Kriminal Internasional.

Suriah terperosok dalam perang berkepanjangan sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak unjuk rasa rakyat sipil secara brutal. (SNHR | Middle East Monitor)

Berita 2507 (18 September 2021).jpg - 1

Berita 2507 (18 September 2021).jpg - 2

Berita 2507 (18 September 2021).jpg - 3

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Operasi Pencarian Tawanan yang Lolos dari Penjara Gilboa Mencapai 30 Juta Dolar
Hamas Kecam Penodaan Masjidil Aqsha oleh Pemukim Ilegal yang Berkostum “Pendeta Kuil” »