Hamas Serukan Negeri Muslim Cabut “Perjanjian” dengan Penjajah Zionis

22 September 2021, 16:35.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan kepada sejumlah pihak untuk meninggalkan “Perjanjian Abraham” dan mengakhiri semua bentuk hubungan “normalisasi” dengan penjajah zionis ‘Israel’.

Hamas mendesak negara-negara Muslim dan Arab untuk mengembalikan peran mereka dalam membela Palestina.

Hamas menekankan perlunya langkah segera untuk memperbaiki lintasan politik yang keliru dan menanggapi aspirasi rakyat yang menolak segala bentuk “normalisasi” hubungan dengan penjajah.

Menurut Hamas, apa yang disebut “Perjanjian Abraham” merupakan proyek zionis-Amerika, yang bertujuan untuk membangun keterbukaan regional dan normalisasi dengan entitas zionis.

Kesepakatan itu bertujuan untuk mengonsolidasikan hegemoni zionis atas wilayah Palestina secara militer, politik, dan ekonomi, menjarah kekayaannya, meminggirkan perjuangan Palestina, dan mengisolasi rakyat Palestina dari lingkungan Arab dan Islam.

Pada 15 September 2020, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara resmi menandatangani kesepakatan normalisasi (Perjanjian Abraham) dengan penjajah zionis di bawah naungan rezim AS sebelumnya. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jihad Islam: “Enam Pahlawan Brigade Jenin Memicu Intifadhah Palestina yang Kuat”
Layani Seremoni Pemukim Ilegal Yahudi, Penjajah Zionis Larang Jamaah Muslim Masuki Masjid Ibrahimi »