Turki Kecam Keputusan “Pengadilan” Zionis yang Restui “Doa Hening” Pemukim Ilegal di Masjidil Aqsha

9 October 2021, 07:37.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

BAITUL MAQDIS (Palinfo) – Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras keputusan “pengadilan” negara palsu ‘Israel’ yang merestui pemukim ilegal Yahudi melakukan “ritual hening” di dalam kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis terjajah.

Dalam sebuah pernyataan, Kamis (7/10/2021) malam, Turki memperingatkan bahwa keputusan itu akan mendorong elemen-elemen ekstremis yang ingin mengubah situasi de facto saat ini di Masjidil Aqsha dan akan memicu ketegangan baru.

Turki meminta masyarakat internasional untuk menolak keputusan yang salah dan ilegal ini, juga menentang semua tindakan provokasi lainnya terhadap Masjidil Aqsha.

Sebelumnya, gerombolan pemukim ilegal Yahudi melakukan “ritual hening” di Masjidil Aqsha, Kamis (7/10/2021) pagi, di bawah perlindungan ketat serdadu zionis.

Seorang murabith Al-Aqsha mengatakan, puluhan pemukim ilegal Yahudi menerobos Masjidil Aqsha, melalui Gerbang Al-Magharba, dan melakukan tur provokatif.

Rabu (6/10/2021), “pengadilan” negara palsu ‘Israel’ memutuskan bahwa “ritual hening” orang Yahudi di kompleks Masjidil Aqsha bukanlah tindakan kriminal.

Putusan ini terbit sebagai tanggapan atas banding yang diajukan oleh Rabi Aryeh Lippo terhadap larangan serdadu atas kunjungannya ke masjid suci tersebut.

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Hazem Qassem, menyebut langkah itu sebagai agresi yang mencolok terhadap Masjidil Aqsha.

Putusan itu juga merupakan langkah menuju pembagian temporal dan spasial Masjidil Aqsha, yang secara terang-terangan melanggar semua hukum dan norma manusia. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PBB: “5 Juta Orang Terdampak Krisis Air di Utara dan Timur Laut Suriah”
Serdadu Zionis Culik Empat Anak Palestina di Baitul Maqdis »