Abaikan Ultimatum Penjajah Zionis, 10 Keluarga di Baitul Maqdis Lakukan Aksi Protes

11 November 2021, 05:30.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

BAITUL MAQDIS (Palinfo) – Sepuluh keluarga Palestina di Baitul Maqdis, yang terancam digusur dari gedung apartemen lima lantai milik mereka di lingkungan at-Tur, melakukan aksi protes.

Secara terbuka, mereka menentang ancaman zionis yang akan menjatuhkan denda dan menghancurkan rumah mereka.

Mereka menolak untuk menghancurkan sendiri gedung atau meninggalkan apartemen mereka, dengan melakukan aksi duduk di gedung tersebut.

Para keluarga juga menolak perintah penjajah untuk melakukan proses pembongkaran dengan denda yang sangat besar.

Maysar Abu Halawa, salah satu warga yang tinggal di apartemen tersebut, mengatakan “pengadilan” zionis baru-baru ini memerintahkan mereka meninggalkan bangunan itu akhir bulan November.

Perintah itu sebagai langkah awal untuk menghancurkannya dan warga diperintahkan membayar 200.000 shekel dalam tenggat dua hari.

Jika keluarga tersebut gagal membayar sejumlah uang itu dalam dua hari, buldoser penjajah zionis akan merobohkan gedung itu sesegera mungkin, dan mereka harus membayar denda 2.000.000 shekel.

Terkini, sepuluh keluarga kompak mengabaikan ultimatum penjajah tersebut.

Sebelumnya, mereka telah beberapa kali berupaya mendapatkan “izin mendirikan bangunan”, tetapi penjajah zionis bersikeras untuk menggusur mereka dan menghancurkan rumah mereka.

Keluarga-keluarga tersebut telah tinggal di gedung apartemen itu sejak tahun 2011. Sejak saat itu, penjajah terus menzhalimi mereka.

Pembongkaran sistematis atas rumah-rumah penduduk Palestina di Baitul Maqdis bertujuan untuk meneror secara psikologis keluarga-keluarga Baitul Maqdis, guna menggusur mereka. (Palinfo)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jelang Puncak Musim Dingin, Kebakaran Melanda Kamp al-Awlan di Aleppo
Bentrokan Pecah di Bayt Lahm, Serdadu Penjajah Lukai dan Culik Pemuda Palestina »