Dikepung Hawa Beku, Anak Suriah Tewas di Hutan Perbatasan Belarus-Polandia

20 November 2021, 21:27.
Kantong tidur dan jas hujan yang tertinggal di kawasan hutan di Polandia, dekat perbatasan dengan Belarus. Foto: Sean Gallup/Getty Images

Kantong tidur dan jas hujan yang tertinggal di kawasan hutan di Polandia, dekat perbatasan dengan Belarus. Foto: Sean Gallup/Getty Images

(THE GUARDIAN) – Seorang anak berusia satu tahun asal Suriah meninggal di sebuah hutan di Polandia, di dekat perbatasan dengan Belarus.

Menurut pekerja medis Polandia, bocah itu menjadi korban termuda yang diketahui dari krisis di tepi timur Uni Eropa (UE).

Ribuan orang yang berusaha mencapai Eropa masih terdampar dalam kondisi beku, di tengah kebuntuan antara blok tersebut dan Belarusia.

Belarusia dituding sengaja menciptakan krisis dengan “menerbangkan” orang-orang dari Timur Tengah dan memfasilitasi perjalanan mereka ke wilayah perbatasan.

The Polish Emergency Medical Team PCPM, sebuah LSM, mengatakan bocah itu adalah putra dari pasangan Suriah yang telah dibantu pada Kamis (18/11/2021) dini hari.

“Sekira pukul 02:26, kami menerima laporan bahwa setidaknya satu orang membutuhkan bantuan medis,” kata PCPM di Twitter.

“Saat kami tiba di lokasi, ternyata tiga orang mengalami luka-luka. Mereka sudah berada di hutan selama 1,5 bulan.”

PCPM mengatakan stafnya menemukan seorang pria muda dengan kondisi sakit perut parah, ditambah lapar dan dehidrasi, serta pasangan suami-istri Suriah.

“Pria itu mengalami luka robek di lengannya, dan wanita itu memiliki luka tusukan di kaki bagian bawahnya. Anak mereka yang berumur satu tahun meninggal di hutan,” kata PCPM.

Penyebab kematian bocah itu belum diketahui. Setidaknya 13 orang telah meninggal di daerah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa hari terakhir, komunitas Muslim lokal Bohoniki, sebuah desa di timur laut Polandia, telah mengadakan pemakaman dua korban.

Pada hari Senin, dilakukan pemakaman Ahmad al-Hasan Suriah (19 tahun), yang ditemukan tewas di sungai Bug di Polandia timur pada 19 Oktober 2021.

Menurut saksi, Ahmad, yang tidak bisa berenang, didorong oleh seorang serdadu Belarusia ke dalam sungai.

Keluarga Ferhad, seorang pria dari Kobane di Suriah yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada Oktober 2021, mengatakan mereka masih menunggu jenazahnya.

“Dia meninggalkan Suriah, seperti banyak orang lain, untuk mencapai Eropa,” kata sepupu Ferhad, Rashwan Nabo, seorang pekerja kemanusiaan Suriah.

Ferhad telah menempuh penerbangan langsung ke Minsk dari Erbil, di Irak utara.

“Di Raqqa, Damaskus dan Aleppo, kabar telah menyebar luas selama berbulan-bulan bahwa cara termudah dan tercepat untuk mencapai Eropa adalah penerbangan langsung ke Belarusia,” kata Nabo.

Polandia Didesak Buka Pintu Perbatasan

Alexander Lukashenko, Presiden Belarusia, telah dituduh sengaja memprovokasi krisis pengungsi sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa terhadap rezim otoriternya.

Menurut lembaga kemanusiaan, dalam beberapa hari terakhir, semakin banyak orang berhasil melewati kawat berduri yang memisahkan Polandia dari Belarus.

Permintaan bantuan yang diterima oleh lembaga kemanusiaan dan dokter dari para muhajirin di hutan sekitar zona aman meningkat.

Menurut para dokter, keadaan darurat medis yang paling umum yang mereka tangani adalah cedera akibat pemukulan, dehidrasi, dan hipotermia.

Pekerja kemanusiaan mendesak pemerintah Polandia untuk membuat jembatan kemanusiaan bagi mereka yang terjebak di perbatasan untuk memungkinkan mereka memasuki wilayah Polandia.

Dengan suhu yang turun hingga di bawah titik beku dalam beberapa hari terakhir, mereka khawatir lebih banyak orang akan tewas tanpa bantuan medis yang diperlukan. (The Guardian)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Gerombolan Pemukim Ilegal dan Serdadu Zionis Larang Petani Palestina Garap Lahan di Al-Khalil
Seorang Warga Palestina Tewas Dibunuh di Dekat Masjidil Aqsha »