Komite Perbatasan Belarusia: “Polandia Gunakan Bahan Peledak untuk Menghalau Para Muhajirin”

25 November 2021, 05:46.
Foto: Sefa Karacan - Anadolu Agency

Foto: Sefa Karacan – Anadolu Agency

BELARUSIA (Anadolu Agency) – Komite Perbatasan Negara Belarusia, Selasa (23/11/2021), melaporkan bahwa para muhajirin yang ingin menyeberang ke Eropa melalui perbatasan Belarusia-Polandia didorong mundur.

Bahan peledak diduga digunakan serdadu Polandia untuk menghalau para muhajirin yang tidak bersenjata.

Diketahui, sekelompok muhajirin menolak untuk pergi ke wilayah Belarusia melalui perbatasan Polandia. Mereka mencoba untuk berlindung di wilayah Polandia, Senin tengah malam.

“Pasukan Polandia melemparkan bahan peledak ke wilayah Belarusia dari garis perbatasan dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengungsi,” kata pernyataan Komite Perbatasan Belarusia.

Komite menekankan bahwa tindakan tersebut dapat meningkatkan ketegangan dengan para muhajirin dan menyebabkan provokasi di perbatasan.

Komite juga mengungkapkan bahwa penggunaan bahan peledak terhadap para muhajirin oleh pasukan Polandia bukanlah kali pertama.

“Penggunaan bahan peledak, bom suara, meriam air, dan bom gas oleh pihak Polandia telah melanggar hukum internasional dan merupakan serangan langsung terhadap kelompok pengungsi yang rentan,” katanya.

Sementara itu, sebuah gudang di wilayah perbatasan Bruzgi diubah menjadi pusat pemrosesan para muhajirin. Sementara para muhajirin menetap di sana.

Atas instruksi Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko; bantuan medis, air, dan produk kebersihan dibagikan kepada para muhajirin.

Setelah menghabiskan 10 hari di tenda dalam cuaca dingin, kelompok muhajirin dengan cepat menuju pusat pemrosesan. Di area terlindung, anak-anak bermain sementara para ibu merawat bayi.

Sejak Agustus 2021, negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarusia – Lituania, Latvia dan Polandia – telah melaporkan jumlah migrasi yang meningkat secara dramatis.

Lebih dari 8.000 orang telah mencoba memasuki blok itu melalui perbatasan Belarusia-Uni Eropa pada tahun 2021, naik tajam dari hanya 150 orang tahun lalu.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya 2.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, terjebak di daerah perbatasan Belarusia-Polandia dalam kondisi yang berat dan mengerikan. (Anadolu Agency)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« SNHR: Satu Dekade Kekejaman Rezim Assad, 29.661 Anak Tewas di Suriah
VIDEO – Penjajah Zionis Hancurkan Rumah Penduduk Palestina di Baitul Maqdis dan Al-Khalil »