Pengadilan Jerman Memulai Persidangan terhadap Dokter Penyiksa dari Suriah

20 January 2022, 21:06.
Alaa Mousa, 14 Mei 2020. Foto: Zamanalwsl

Alaa Mousa, 14 Mei 2020. Foto: Zamanalwsl

JERMAN (Middle East Monitor) – Pengadilan tinggi regional Frankfurt, Rabu (19/1/2022), memulai persidangan terhadap dokter Suriah, Alaa Mousa (36).

Alaa Mousa didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk penyiksaan dan pembunuhan, saat bekerja di rumah sakit militer rezim Suriah pada 2011 dan 2012.

Jaksa federal mengatakan, Alaa Mousa menghadapi 18 dakwaan menyiksa tahanan di Homs dan Damaskus.

Termasuk membakar alat kelamin seorang remaja laki-laki serta memberikan suntikan mematikan kepada seorang tawanan yang menolak dipukuli.

Alaa Mousa, yang masih menjalani praktik kedokteran di sebuah rumah sakit lokal di Jerman pada saat penangkapannya, membantah tuduhan tersebut.

Jaksa federal Jerman merujuk pada bukti yang dikumpulkan oleh Pusat Studi dan Penelitian Hukum Suriah dari para korban yang diduga disiksa oleh Mousa.

Pusat Studi Suriah mengatakan beberapa korbannya menjuluki Alaa sebagai “dokter penyiksa.”

Pusat Studi Suriah telah mengumpulkan bukti-bukti tindak-tanduk penjahat perang Suriah selama bertahun-tahun.

Mereka juga membantu melengkapi bukti untuk menjerat kaki tangan diktator Suriah Anwar Raslan, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Jerman pekan lalu.

Anwar Raslan (58) dinyatakan bersalah mengawasi pembunuhan 27 orang dan penyiksaan 4.000 lainnya di pusat penahanan Damaskus satu dekade lalu. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tekanan Regional dan Internasional Menguat, Penjajah Hentikan Sementara Penggusuran Keluarga Salhiya
Pemukim Ilegal Yahudi Tabrak Kios Warga Palestina di Nablus, Ayah dan Anak Berhasil Menghindar »