Qatar dan Kuwait Kecam Serangan dan Kekerasan Berulang Penjajah ‘Israel’ di Masjidil Aqsha

7 May 2022, 09:20.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

BAITUL MAQDIS (Palinfo) – Negara Qatar mengecam keras tindakan penyerbuan yang dilakukan puluhan pemukim ilegal ‘Israel’ di halaman Masjidil Aqsha di bawah perlindungan serdadu zionis, serta penyerbuan ruang shalat Al-Qibli, serangan terhadap jamaah dan warga sipil di masjid.

Menurut Qatar News Agency (QNA), Kementerian Luar Negeri Qatar memperingatkan upaya sistematis penjajah ‘Israel’ untuk mengubah status Masjidil Aqsha.

Qatar menyebut penjajah zionis bertanggung jawab atas siklus kekerasan yang terbentuk dalam penyerbuan berulang-ulang terhadap Masjidil Aqsha dan pengabaian perasaan kaum Muslimin di seluruh dunia.

Qatar mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan serangan penjajah zionis terhadap rakyat Palestina.

Senada, Kuwait juga mengecam keras keputusan penjajah ‘Israel’ yang merestui para pemukim ilegal ‘Israel’ menyerbu Masjidil Aqsha di bawah perlindungan para serdadu.

Menurut Kuwait News Agency (KUNA), Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut tindakan itu sebagai bagian dari tren berkelanjutan “pelanggaran serius” yang dilakukan oleh penjajah zionis.

Tindakan itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Konvensi Jenewa, memicu semangat kekerasan dan ketegangan, serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Qatar meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tanggung jawab nyata mengekang pelanggaran-pelanggaran tersebut dan memaksa penjajah untuk menghentikan serangannya terhadap rakyat Palestina, Baitul Maqdis, dan Masjidil Aqsha.

Sebelumnya, Kamis (5/5/2022), puluhan jamaah Palestina terluka setelah serdadu zionis secara kasar menyerbu Masjidil Aqsha.

Mereka berupaya untuk memberi perlindungan di area yang dibobol pemukim ilegal Yahudi.

Serdadu zionis menembakkan peluru karet dan bom gas air mata. Serangan itu melukai puluhan warga Palestina. Sedikitnya 12 cedera akibat tembakan langsung.

Sepuluh jemaah ditahan selama serangan itu, termasuk seorang Muslimah Prancis. (Palinfo)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pembantaian di Tadamon: Bagaimana Dua Akademisi Memburu Penjahat Perang Suriah (#2)
PCPS: “April 2022, Lebih dari 1.000 Warga Palestina Ditawan Serdadu Zionis” »