SNHR: “Tawanan yang Dibebaskan Rezim Suriah Menguak Kondisi Penjara yang Mengerikan”

9 May 2022, 16:53.

Berita 3128 (9 Mei 2022).jpeg - SNHR

SURIAH (SNHR) – Foto-foto yang dipublikasikan secara online menunjukkan kondisi para tawanan yang dibebaskan oleh serdadu rezim Suriah sejak 1 Mei 2022.

Syrian Network for Human Rights (SNHR) mendokumentasikan pembebasan sekira 193 tawanan, termasuk 24 wanita dan tujuh warga sipil lainnya, yang masih anak-anak pada saat mereka ditangkap.

Sebagian besar tawanan yang dibebaskan dari penjara pusat dan militer di berbagai provinsi di Suriah berasal dari Provinsi Damaskus, pinggiran kota Damaskus, Homs, Hama, dan Daraa.

Mereka dibebaskan berdasarkan Keputusan Hukum rezim diktator Suriah Nomor 7 Tahun 2022.

Informasi yang dihimpun SNHR dari kerabat dan teman para tawanan, maupun basis data internal, sebagian besar tawanan yang dibebaskan telah menghabiskan antara dua hingga delapan tahun di pusat penahanan rezim Suriah.

Mereka ditawan dalam kondisi yang sangat parah; di mana mereka telah mengalami penyiksaan, hampir tidak mendapatkan perawatan medis, serta disekap di ruangan yang sangat padat.

Semua tawanan yang dibebaskan sebelumnya ditangkap tanpa surat perintah penangkapan.

Foto-foto sejumlah tawanan yang dibebaskan menunjukkan terjadinya penurunan tajam kondisi kesehatan mereka selama dipenjara.

SNHR meyakini keadaan para tawanan yang telah dihilangkan secara paksa selama sembilan hingga sebelas tahun lebih buruk, jika memang mereka masih hidup sampai sekarang.

SNHR mencatat bahwa lebih dari 132.000 orang masih ditawan atau dihilangkan secara paksa di pusat-pusat penahanan rezim Suriah.

SNHR mengkhawatirkan kehidupan dan kesehatan para tawanan, serta mendesak agar kondisi terkini mereka segera diungkapkan. (SNHR)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemuda Palestina Tewas Usai Ditembak di Permukiman Ilegal Tekoa
Penjajah Zionis ‘Israel’ Bunuh 53 Warga Palestina Sejak Awal Tahun 2022 »